Catat! Ini Panduan Puasa dan Sholat Sunah di Bulan Muharram

Kamis 27 Agustus 2020 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 614 2268242 catat-ini-panduan-puasa-dan-sholat-sunah-di-bulan-muharram-ums4XBKEE5.jpg Ilustrasi (Foto: Thought.Co)

SETIAP tanggal 9 Muharram disebut dengan hari Tasua, di mana untuk tahun ini bertepatan pada Jumat, 28 Agustus 2020. Sedangkan 10 Muharram yang dikenal dengan hari Asyura jatuh pada Sabtu, 29 Agustus 2020 mendatang. Pada Hari Tasua dan Asyura ini umat Islam dianjurkan berpusa.

Pahala puasa ini dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun yang lalu. Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dalam hadits shahih yang diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Abu Qatadah :

عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ. فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ. رواه مسلم

Artinya: “Sahabat Abu Qatadah radhiyallah anhu berkata, bahwa Rasulullah ditanya tentang keutamaan puasa pada hari Asyura (10 Muharram). Kemudian beliau menjelaskan, bahwa puasa pada hari Asyura itu dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu," (HR. Muslim).

Demikian juga sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abdullah ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhu:

لَئِنْ بَقَيْتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُوْمَنَّ اَلتَّاسِعَ

Artinya: “Jika aku masih hidup hingga tahun depan, pasti aku akan melaksanakan puasa pada tanggal 9 Muharram," (HR. Muslim).

Baca juga: Beda Pendapat dengan Orangtua? Ini yang Harus Dilakukan

Melansir dari laman resmi MUI, Kamis (27/8/2020), tata cara pelaksanakan puasa Tasua dan Asyura sama dengan puasa Ramadhan. Sedangkan niatnya adalah :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ لِأَدَاءِ يَوْمِ التَّاسِعِ/اَلْعاَشِرِمِنْ شَهْرِمُحَرَّمْ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat melaksanakan ibadah puasa sunah pada hari kesembilan/kesepuluh bulan Muharram, semata-mata karena mengharapkan ridha Allah Ta’ala,".

Sholat Sunah

Selain berpuasa, umat muslim juga dianjurkan memperbanyak sholat sunah selama Bulan Muharram. Salah satunya ialah Sholat Tasbih pada malam tanggal 10 Muharram (Jumat malam Sabtu).

Sholat tasbih adalah sholat sunat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Jika memungkinkan setiap hari, seminggu sekali, setiap bulan, setiap tahun, atau setidak-tidaknya dilakukan sekali seumur hidup. Sholat tasbih terdiri dari empat rakaat. Jika dilakukan pada siang hari, maka empat rakaat sekaligus satu kali salam. Jika dikerjakan pada malam hari sunnah dilakukan setiap dua rakaat salam. Niatnya adalah sebagai berikut:

Jika dikerjakan langsung empat rakaat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat melaksanakan sholat sunah tasbih empat rakaat semata-mata karena Allah Ta’ala”.

Untuk niat dua rakaat yaitu:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat melaksanakan sholat sunah tasbih dua rakaat semata-mata karena Allah Ta’ala”.

Seseorang yang melaksanakan sholat tasbih, setiap rakaat disunahkan membaca tasbih sebanyak 75 kali dengan rincian sebagai berikut :

a). Sesudah membaca surat al-fatihah dan surat lainnya sebanyak 15 kali.

b). Ketika ruku’ sesudah membaca do’a ruku’ sebanyak 10 kali.

c). Ketika i’tidal sesudah membaca do’a i’tidal sebanyak 10 kali.

d). Ketika sujud sesudah membaca do’a sujud sebanyak 10 kali.

e). Ketika duduk di antara dua sujud sesudah membaca do’anya sebanyak 10 kali.

f). Ketika sujud kedua sesudah membaca do’anya sebanyak 10 kali.

g). Ketika bangun dari sujud kedua (sewaktu duduk istirahat atau sesudah membaca tahiyyat sebelum salam) sebanyak 10 kali.

Dengan demikian, jika dilakukan empat rakaat maka jumlah tasbih yang dibaca sebanyak 300 kali. Adapun bacaan tasbihnya adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْم.

Artinya: “Maha suci Allah dan segala puji adalah milik-Nya. Tiada tuhan selain Allah, Dia-lah Dzat Yang Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Dzat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung,".

Dianjurkan juga kita melakukan muhasabah (instrospeksi atau evaluasi diri) terhadap amal perbuatan yang telah dilakukan selama ini, apakah sudah sesuai dengan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta'ala dan petunjuk Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam atau belum. Jika sudah, maka supaya bersyukur kepada Allah Ta'ala disertai tekad untuk selalu mempertahankan, bahkan meningkatkan kualitas amal ibadah untuk meraih kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Sebaliknya jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa amal perbuatan kita selama ini masih banyak yang menyimpang dari ajaran Islam serta tidak sesuai dengan petunjuk Allah dan RasulNya, maka hendaknya cepat-cepat bertobat, memohon ampunan kepada Allah disertai tekad untuk memperbaiki diri dengan menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari. Karena semua amal perbuatan kita diperhatikan, diawasi dan dicatat oleh Allah SWT. Sebagaimana telah difirmankan Allah dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 :

يَاأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا اَتَّقُوْا اللهَ وَلْتَنْظُرْنَفْسٌ مَاقَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُونْ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan," (QS. Al-Hasyr: 18).

Setiap muslim dan muslimah harus melakukan evaluasi terhadap seluruh amal perbuatannya sejak memasuki usia dewasa (aqil baligh) hingga sekarang. Karena semua amal perbuatan tersebut akan dipertanggung-jawabkan di hadapan Allah SWT untuk menerima balasan kelak di akhirat. Sebagaimana telah difirmankan Allah dalam Surah Al-Zalzalah ayat 6-8:

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًّا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Artinya: “Pada hari itu (hari kiamat), manusia akan keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) perbuatan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula," (QS. Al-Zalzalah: 6-8).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini