Masjid Merah Panjunan, Jadi Saksi Dakwah Sunan Gunung Jati di Cirebon

Toiskandar, Jurnalis · Kamis 14 Januari 2021 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 614 2343752 masjid-merah-panjunan-jadi-saksi-dakwah-sunan-gunung-jati-di-cirebon-vK16EJADFc.jpg Masjid Merah Panjunan di Cirebon, Jawa Barat. (Foto:Toiskandar/SINDOnews)

CIREBON- Sunan Gunung Jati atau  Syarif Hidayatullah menjadi tokoh penyebar Islam di wilayah Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Bukti penyebaran Islam di Cirebon adalah tetap kokohnya Masjid Merah Panjunan, yang terletak di pusat Kota Cirebon.

Masjid Merah Panjunan yang berdiri 1480 itu dibangun oleh Syekh Syarif Abdurrahman atau Pangeran Panjunan. Dia adalah keturunan Arab yang memimpin sekelompok imigran dari Baghdad. Dia kemudian menjadi murid Sunan Gunung Jati.

Masjid merah yang dahulu bernama Musala Al-Athya ini terletak di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jabar ini masih terawat dengan sangat baik.

Baca Juga: KH Ahmad Ishomuddin: Hukum Vaksin Covid-19 Fardu Ain

Menurut Nasiruddin, pengurus Masjid Panjunan, masjid yang identik dengan warna merah ini masih sangat asli sesuai dengan kondisi awal dibangun.

Karena pagarnya yang terbuat dari bata merah menjadikan masjid ini lebih terkenal dengan sebutan Masjid Merah Panjunan. Tembok keliling bata merah setinggi 1,5 meter dan ketebalan 40 cm dibangun oleh Panembahan Ratu, cicit Sunan Gunung Jati.

Sementara, kayu-kayu jenis trembesi yang menjadi penopang masjid masih sangat kokoh berdiri dengan genteng kayu khas tempo dulu.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Masjid dengan luas 150 meter persegi ini dahulu digunakan sebagai tempat syiar Islam yang dilakukan Sunan Gunung Jati bersama pengikut setianya.

Uniknya, masjid yang juga dikenal sebagai tempat pengesahan Walisongo ini memiliki puluhan mangkuk atau piring bercorak menarik yang menempel pada dinding-dinding ruangan masjid. Ini merupakan pengaruh budaya China dan Eropa. 

Menurut Nasiruddin, pengelola Masjid Panjunan, masjid yang memiliki dua ruangan ini hingga sekarang digunakan sebagai tempat ibadah. Masjid ini hanya digunakan salat sehari-hari. Satu dari dua ruangan hanya dibuka atau digunakan satu kali yakni pada saat peringatan Maulid Nabi, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Meski masjid ini terletak di permukiman keturunan Arab, pengaruh budaya Arab terlihat sedikit. Konon, hal ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan kultural yang digunakan dalam penyebaran agama Islam. Hingga kini, Masjid Panjunan masuk dalam cagar budaya yang dilindungi dan terus dirawat keasliannya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran
Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini