Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dr Zaidul Akbar: Kekhusuyukan Beribadah Hanya Dirasakan dalam Keadaan Lapar

Rani Hardjanti , Jurnalis-Rabu, 14 April 2021 |03:01 WIB
Dr Zaidul Akbar: Kekhusuyukan Beribadah Hanya Dirasakan dalam Keadaan Lapar
dr Zaidul Akbar. Foto Dok YouTube Channel DZA
A
A
A

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (Al Baqarah: 185)

Huruf fa’ pada ayat : فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ memberi makna ta’lil dan sababiyah yaitu menjelaskan sebab, sehingga hal ini memberikan isyarat bahwa sebab pemilihan bulan Ramadhan sebagai bulan puasa adalah karena Al-Qu’ran turun pada bulan tersebut.

Sementara perintah wajib puasa Ramadhan dilakukan bertahap. Apabila ada perintah untuk ibadah yang terasa berat bagi kaum muslimin, Allah Yang Maha Pengasih memberi perintah secara bertahap dan perlahan-lahan.

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement