Subandi juga menceritakan bahwa saat memulai usahanya, ia harus mencari kayu-kayu bekas untuk membuat gerobak yang dibuat untuk berjualan di sebuah pelataran toko di Korea saat itu.
Ketika awal memulai bisnisnya, ia selalu yakin bahwa selalu ada kemudahan bagi orang-orang yang memiliki kemauan. Ia juga memiliki prinsip bahwa dimana ada penjual, disitu pasti ada pembeli. Ia yakin bahwa Allah SWT pasti sudah mengatur dan menyiapkan para pembeli untuk dirinya nanti.
Alasan dibalik pemilihan nama “Bakso Bejo Korea” sendiri Subandi menjelaskan, bahwa ia berharap usahanya ini dapat memiliki nasib yang bejo atau dalam bahasa Indonesia berarti untung di Korea Selatan. Saat ini Subandi juga menjelaskan bahwa ia telah melebarkan usahanya ke berbagai bidang. Salah satunya adalah bisnis pengemasan daging halal yang ia beri nama Indonesia Halal Food.
Di akhir sesi talkshow, Subandi menyampaikan kunci kesuksesan yang selalu ia pegang dalam menjalani usahanya. “Prinsip yang saya selalu pegang adalah, jika kita ingin segala sesuatu urusan kita dimudahkan oleh Allah SWT, segala sesuatu akan menjadi lancar, maka muliakanlah kedua orang tua kita. Semakin kita memuliakan orang tua, niscaya Allah akan memberikan yang lebih dari apa yang kita minta kepada-Nya.”
(Vitrianda Hilba Siregar)