Share

Khitan Berhukum Sunah, 21 Anak-Anak Menjalaninya di Puncak Eurad

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 614 2417709 khitan-berhukum-sunah-21-anak-anak-menjalaninya-di-puncak-eurad-GQ0CFqOLbq.jpg

SUBANG - Salah satu bentuk menghidupkan Sunah Rasulullah SAW yakni dengan khitan atau sunat. Tujuannya, untuk menjaga agar di sana tidak terkumpul kotoran, juga agar leluasa untuk kencing, dan supaya tidak mengurangi kenikmatan dalam bersenggama. (Fiqh Sunnah, 1/37)

Berkhitan adalah sunah yang telah ada sejak lama sekali. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ibrahim berkhitan setelah mencapai usia 80 tahun, dan beliau berkhitan dengan Al Qodum.” (HR. Bukhari).

Syaikh Sayid Sabiq mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Al Qodum di sini adalah alat untuk memotong kayu (kampak) atau suatu nama daerah di Syam. Sementara ada pendapat lain bagi laki-laki Muslim, khitan adalah wajib.

Nah, melaksanakan amalan itu, sebanyak 21 Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat melaksanakan khitan massal pada Ahad (30/5/2021).

Baca Juga: Apa Hukum Khitan untuk Perempuan, Wajib atau Sunah?

Acara khitan massal bertajuk manuk hiber ini di gelar oleh Yayasan Senyum Indonesia, sebagai salah satu upaya untuk membantu anak-anak di daerah untuk menunaikan salah satu sunnah Rasulullah. Seperti diketahui bersama, akses jalan dan kondisi perekonomian yang lemah seringkali menjadi penyebab sulitnya beberapa anak di daerah melaksanakan khitan.

Berbeda dengan khitan massal pada umumnya, manuk hiber di gelar di ketinggian Puncak Eurad. Lokasi ini selalu diselimut kabut yang lembut dan sejuk, diharapkan kondisi yang nyaman ini bisa membantu anak-anak khitan merasa lebih tenang dalam menghadapi prosesi khitan yang biasanya menegangkan.

Salman, panitia Manuk Hiber khitan massal mengatakan, acara ini juga dihelat dengan mengarak anak-anak atraksi sisingaan dan bentuk lainnya sehingga menciptakan suasana yang tidak meneggangkan bagi anak-anak.

"Kami siapkan juga aneka bingkisan seperti sembako, baju baru, roti buaya, bakakak tumpeng biru putih, snack, parcel untuk anak-anak yang dikhitan," katanya. Selain khitan, panitia juga menggelar kajian dauroh untuk 110 anak pengajian dan pasar rakyat yang semuanya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini