Isi Kandungan Surat Ali Imran Ayat 159: Ajarkan Muslim Berlemahlembut, Musyawarah dan Tawakal

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 330 2444913 isi-kandungan-surat-ali-imran-ayat-159-ajarkan-muslim-berlemahlembut-musyawarah-dan-tawakal-YzPbJRRTxQ.jpg Isi Kandungan Surat Ali Imran ayat 159. (Foto: Unsplash)

ISI KANDUNGAN Surat Ali Imran ayat 159 menitikberatkan bagaimana seorang muslim untuk berlemah lembut, musyawarah dan tawakkal. Surat Ali Imran yang  berada diurutan ke-3 dalam Al-Quran dengan 200 ayat masuk dalam kategori surat Madaniyyah.

Sementara isi Surat Ali Imran ayat 159 yakni;

فَبِمَا رَحۡمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنۡتَ لَهُمۡ‌ۚ وَلَوۡ كُنۡتَ فَظًّا غَلِيۡظَ الۡقَلۡبِ لَانْفَضُّوۡا مِنۡ حَوۡلِكَ‌ ۖ فَاعۡفُ عَنۡهُمۡ وَاسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِى الۡاَمۡرِ‌ۚ فَاِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى اللّٰهِ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الۡمُتَوَكِّلِيۡنَ

"Maka disebabkan rahmat dari Allâh-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allâh. Sesungguhnya Allâh menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." 

Baca Juga: Arab Saudi Sukses Kawal Ibadah Haji Bebas Virus Covid-19

Sementara Ustadz Said Yai bin Imanul Huda menjelaskan tafsir ringkasnya menjelaskan sebagai berikut;

(Maka disebabkan rahmat dari Allâh-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka)

Maksudnya dengan rahmat atau kasih sayang Allâh Azza wa Jalla kepadamu dan kepada para Sahabatmu, engkau bisa berlemah lembut dan bisa menurunkan sayapmu (bersikap rendah hati). Engkau berlaku lembut dan berakhlak mulia kepada mereka, sehingga mereka bisa berkumpul bersamamu dan mencintaimu serta melaksanakan perintahmu.

(Sekiranya kamu bersikap keras), yaitu berakhlak buruk, (lagi berhati kasar), yaitu berhati keras, (tentu mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu). Karena akhlak (buruk) dapat menyebabkan mereka lari dan membuat mereka benci kepada orang yang memiliki akhlak tersebut.

Baca Juga: 17 Jamaah Disabilitas Dapat Kesempatan Menunaikan Ibadah Haji

Akhlak yang baik termasuk penentu dalam agama, yang dapat menarik manusia menuju agama Allâh Azza wa Jalla dan membuat mereka tertarik kepada agama Allâh Azza wa Jalla . Selain itu, orang yang memiliki akhlak yang baik juga mendapatkan pujian dan pahala khusus (dari Allâh).

Sebaliknya akhlak yang buruk termasuk penentu di dalam agama yang dapat membuat manusia lari dari agama Allâh Azza wa Jalla dan membuat manusia benci kepadanya. Selain itu, orang yang memilikinya juga mendapatkan penghinaan dan hukuman khusus. (Tentang akhlak yang seperti itu), Rasul yang ma’shûm (terjaga dari kesalahan) saja dikatakan oleh Allâh seperti itu, apalagi manusia yang bukan rasul.

Baca Juga: Doa Sapu Jagad Dibaca Saat Hari Tasyrik, Terkumpul di Dalamnya Seluruh Kebaikan

Bukankah termasuk kewajiban yang paling wajib dikerjakan dan kepentingan yang paling utama untuk didahulukan, seseorang mengikuti Beliau dalam akhlaknya yang mulia? Begitu pula berinteraksi dengan manusia sebagaimana Beliau berinteraksi dengan manusia?

Kita mengikuti Beliau dalam kelemahlembutan dan akhlak baik Beliau serta cara melunakkan hati seseorang. Hal ini dilakukan untuk melaksanakan perintah Allâh Azza wa Jalla dan menarik minat para hamba Allâh untuk menuju agama Allâh.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka).

Kemudian Allâh Azza wa Jalla memerintahkan agar Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memaafkan mereka atas kekurangan-kekurangan yang mereka lakukan kepada Beliau dalam penunaian hak-hak Beliau. Allah k juga memerintahkan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar memintakan ampun untuk mereka atas kekurangan-kekurangan mereka dalam hal penunaian hak-hak Allâh Azza wa Jalla . Dengan demikian Beliau mengumpulkan antara sifat pemaaf dan berbuat baik.

(Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu), yaitu bermusyawarahlah dalam urusan-urusan yang membutuhkan perundingan, pandangan dan pemikiran. Sesungguhnya bermusyawarah memiliki banyak faidah dan kebaikan, baik dalam urusan agama maupun urusan dunia. Di antara faidahnya, musyawarah merupakan salah satu ibadah dan bentuk mendekatkan diri kepada Allâh Azza wa Jalla

(Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad,) untuk melakukan suatu urusan yang telah dimusyawarahkan jika urusan tersebut membutuhkan musyawarah, (maka bertawakkallah kepada Allâh), bergantunglah kepada daya dan kekuatan Allâh dan jangan tergantung kepada daya dan kekuatanmu sendiri. (Sesungguhnya Allâh menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya), yang bergantung dan kembali kepada-Nya.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya