Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Niat Puasa Asyura 10 Muharram Haruskah Diucapkan atau Cukup dalam Hati Saja?

Vitrianda Hilba Siregar , Jurnalis-Senin, 02 Agustus 2021 |19:00 WIB
Niat Puasa Asyura 10 Muharram Haruskah Diucapkan atau Cukup dalam Hati Saja?
Niat Puasa Asyura 10 Muharram. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

“Niat letaknya dalam hati dan tidak perlu sama sekali dilafazhkan. Niat sama sekali tidak disyaratkan untuk dilafazhkan sebagaimana ditegaskan oleh An Nawawi dalam Ar Roudhoh.” (Mughnil Muhtaj, 1: 620)

Baca Juga: Islam Mengingatkan Memberikan Beban Lebih ke Pekerja Bisa Berdampak Buruk

Ulama sepakat bahwa niat cukup dengan keinginan dalam hati.

Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya mengenai niat di awal berbagai ibadah seperti ketika mengawali shalat dan ibadah lainnya. Apakah niat ketika itu harus diucapkan di lisan semisal dengan ucapan “nawaitu ashumu” (saya berniat untuk puasa), atau “usholli” (saya berniat untuk shalat)? Apakah seperti itu wajib dilakukan?

Beliau rahimahullah menjawab, “Segala puji bagi Allah. Niat thoharoh (bersuci) seperti akan berwudhu, mandi, tayamum, niat shalat, puasa, haji dan zakat, menunaikan kafaroh, serta berbagai ibadah lainnya, niat tersebut tidak perlu dilafazhkan. Bahkan yang benar, letak niat adalah di hati dan bukan di lisan, inilah yang disepakati para ulama. Seandainya seseorang salah mengucapkan niat lewat lisannya, lalu berbeda dengan apa yang ada di hatinya, maka yang jadi patokan adalah apa yang ada di hatinya, bukan apa yang ia ucapkan (lafazhkan). (Majmu’ Al Fatawa, 18: 262).

Melansir laman Rumaysho pada Senin (2/8/2021) disebutkan Sementara keutamaan Puasa Asyura begitu besar. Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata: 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement