Membatasi Tempat Ibadah Selama Pandemi Berpedoman pada Ushul Fiqih

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 614 2449481 membatasi-tempat-ibadah-selama-pandemi-berpedoman-pada-ushul-fiqih-WFS9Phzfoq.jpg Ilustrasi rumah ibadah masjid. (Foto: Kemenag.go.id)

PANDEMI covid-19 membuat sejumlah kegiatan, termasuk mendatangi rumah ibadah seperti masjid, menjadi dibatasi. Hal ini diputuskan pemerintah demi menekan angka persebaran covid-19, apalagi varian baru terus bermunculan serta penularannya begitu cepat.

Terkait hal ini, pengasuh Ma'had Ar Rohimiyyah Cengkareng dan Serang Dr KH Muhammad Ishom El Saha mengatakan selama pandemi covid-19 belum juga selesai, para khatib perlu memakai kaidah ushul fiqih yaitu "Maa laa yudraku kulluh laa yudroku kulluh".

Baca juga: Viral Kisah Pejuang Cinta Jadi Mualaf dan Tepati Janji Nikahi Kekasih 

Kiai Ishom melanjutkan, dalam menjalankan ibadah, masyarakat tidak perlu meninggalkan seluruhnya, akan tetapi dengan menyesuaikan kondisi yang ada.

"Seperti memperbolehkan Sholat Jumat dengan mematuhi protokol kesehatan, yaitu menjaga jarak dan memakai masker," jelas Kiai Ishom dalam keterangannya yang diterima MNC Portal, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Aa Gym Ungkap 2 Sifat Paling Berbahaya bagi Seorang Muslim 

Ia melanjutkan, kemudian khatib harus memberikan isi khutbah yang berkualitas dalam jangka waktu 15 menit. Akan tetapi tetap memerhatikan syarat dan rukun khutbah Sholat Jumat, sehingga materi yang disampaikan dapat mudah diterima dan sah menurut syariat agama, terutama dalam situasi pandemi covid-19 ini.

"Kesimpulan khatib harus bisa memanfaatkan waktu 15 menit tanpa mengurangi kualitas isi khutbah," ujar Kiai Ishom.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara itu Ketua Pembina Wadah Silaturahmi Khatib Indonesia (Wasathi) KH Arif Fachrudin menuturkan bahwa pihaknya mengusulkan dan menggagas untuk mengadakan Kurikulumisasi Khutbah Jumat.

Hal ini bukan berarti seragamisasi yaitu dengan membuat silabus secara umum saja dan nanti disesuaikan kebutuhan serta tantangan yang ada di setiap daerah.

Baca juga: Gus Baha Buktikan Islam Mengajarkan Berpikir Logis 

"Dengan ini khatib Jumat menjadi solutif dengan berbagai tantangan yang ada pada setiap lapis daerah yang ada di Indonesia," katanya.

Pemerintah dan ulama harus bersinergi dalam penanganan covid 19. Dengan cara pemerintah membuat regulasi yang mendukung pada pencegahan covid-19, seperti pemberlakuan PPKM dan memberikan bantuan sosial.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Bacaan Amin yang Bisa Sebabkan Sholat Batal 

Sedangkan peran para ulama memberikan edukasi dalam setiap agenda keagamaan untuk mematuhi aturan pemerintah. Inilah bentuk sinergisitas pemerintah dan ulama dalam penanggulangan covid-19.

"Dengan demikian, seluruh komponen elemen bangsa harus bersatu padu dalam memerangi pandemi covid-19 ini dengan penuh kerja sama dan gotong-royong bersama," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya