KANDUNGAN Surah Ar Rum ayat 41 42 ada beberapa hal yang dapat ditarik pelajaran. Surah Ar Rum berada dalam urutan ke-30 dan memiliki 60 ayat. Surah Ar Rum masuk kategori Makkiyyah.
Adapun isi Surah Ar Rum ayat 41
ظَهَرَ الۡفَسَادُ فِى الۡبَرِّ وَالۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِى النَّاسِ لِيُذِيۡقَهُمۡ بَعۡضَ الَّذِىۡ عَمِلُوۡا لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُوۡنَ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Sementara Surah Ar Rum ayat 42
قُلۡ سِيۡرُوۡا فِى الۡاَرۡضِ فَانْظُرُوۡا كَيۡفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلُؕ كَانَ اَكۡثَرُهُمۡ مُّشۡرِكِيۡنَ
"Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”
Baca Juga: Ketua Umum MUI Ingatkan Para Mufti Dunia Terhadap Tanggung Jawab Sebagai Ulama
Melansir Kemenag, isi kandungan surat Ar-Rum ayat 41-42 antara lain:
1. Sebagai khalifah di muka bumi, manusia bertugas untuk memanfaatkan, mengelola, dan memelihara lingkungan.
2. Pemanfaatan alam yang dilakukan manusia seringkali tidak diiringi dengan usaha pelestarian.
3. Keserakahan manusia mengakibatkan kerusakan dan kesengsaraan kepada manusia itu sendiri. Misalnya banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, pencemaran air, dan lain sebagainya.
4. Allah SWT membiarkan sebagian manusia merasakan dampak buruk akibat perbuatannya sendiri.
Baca Juga: Biaya Umrah Bisa Mencapai Rp60 Juta Akibat Pandemi Covid-19
5. Manusia tidak merasakan seluruh akibat buruk dari kerusakan lingkungan karena Allah menyediakan sistem alam untuk memulihkan kerusakannya.
6. Allah SWT adalah Dzat yang Maha Penyayang. Jika tidak, Ia telah membinasakan semua manusia.
7. Mempelajari sejarah masa lampau itu penting agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.
8. Bencana merupakan salah satu cara Allah SWT untuk menuntun hamba-Nya kembali ke jalan yang benar.
(Vitrianda Hilba Siregar)