9 Cara Sholat Menjadi Khusyuk, Berikut Tips dan Kiatnya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 16 Agustus 2021 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 330 2456141 9-cara-sholat-menjadi-khusyuk-berikut-tips-dan-kiatnya-koh4yc8o83.jpg 9 cara sholat menjadi khusyuk. (Foto: Freepik)

SHOLAT Khusyuk begitu agung sehingga setan pun tak putus asa terus menggoda orang yang sedang sholat agar menghilangkan khusyuknya. Bahkan ada setan spesialis yang khusus beraktivitas untuk mengganggu kekhusyukan dalam sholat.

Ustaz Dr Firanda Andirja Lc, MA menjelaskan: 

انَ الْعَاصِ، النَّبِيَّ لَّى اللهُ لَيْهِ لَّمَ، الَ: ا لَ اللهِ الشَّيْطَانَ الَ لَاتِي ا لْبِسُهَا لَيَّ، الَ لُ اتْفِلْ لَى ارِكَ لَاثًا» الَ: لْتُ لِكَ اللهُ

“ bahwa sanya 'Utsman bin Abu Al – 'Ash mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu bertanya; “ Wahai Rasulullah! Aku sering diganggu s yaithan dalam shalat, sehingga bacaanku menjadi kacau karenanya ”, Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab : “ memang syaithan yang berasal dari Khanzab. Jika mulai merasakannya maka segeralah mohon perlindungan kepada Allah darinya, lal u meludah lah ke sebelah kirimu tiga kali! Dia (' Usman) berkata: maka akupun melakukan hal tersebut , lalu Allah menghilangkannya dariku . ” 

Baca Juga: Siapakah Pemenang Sesungguhnya di Kehidupan Ini?

Nabi Sholat:

ا لِلصَّلاَةِ الشَّيْطَانُ، لَهُ اطٌ، لاَ التَّأْذِينَ، ا النِّدَاءَ لَ، الصَّلاَةِ ا ال لَ، ا لَّ الرَّجُلُ لاَ لَّى

“jika dikumandangkan adzan untuk shalat maka syaithan akan mengeluarkan sambil mengeluarkan kentut hingga ia tidak mendengar suara adzan. Jika panggilan adzan telah selesai maka setan akan kembali. Dan bila iqamat dikumandangkan setan kembali berlari dan jika iqamat telah selesai dikumandangkan dia kembali lagi, lalu masuk ke hati seseorang seraya berkata, 'Ingatlah ini dan itu' terhadap sesuatu yang dia tidak ingat. Dan terus saja dia melakukan godaan ini hingga seseorang tidak menyadari berapa rakaat yang dia laksanakan dalam sholatnya.”

Berikut ini tips dan kiat yang bisa membantu seseorang untuk khusyuk dalam sholat, di antaranya:

Pertama : Menghadirkan dalam diri bahwa ia sedang berhadapan dengan Allah sang maha kuasa. Dan inilah makna ihsaan dalam ibadah.

Nabi berdoa tentang al-Ihsaan : 

اللَّهَ اهُ، لَمْ اهُ اكَ

“engkau memandang Allah seolah-akan melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” 

Baca Juga: Mualaf Pertama di Inggris William Henry Quilliam Bergelar Profesor Hukum

 Jika seseorang yakin bahwa Allah sedang melihatnya, sedang menilai shalatnya, tentu ia akan lebih khusyu' dalam shalatnya. Allah berfirman: 

لْ لَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ، الَّذِي اكَ لُّبَكَ السَّاجِدِينَ، السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“ Dan bertawakkallah ditunjukan kepada (Allah) Yang Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang, Yang Melihat hal kamu ketika kamu Berdiri (untuk review shalat), Dan (Melihat hal pula) perubahan gerak badanmu di ANTARA orang-orangutan Yang sujud, Sesungguhnya Dia Adalah Yang Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui .” 

Jika kita sedang shalat maka pasti guru kita melihat shalat kita, atau bos kita melihat shalat kita, kita akan berusaha untuk shalat dengan shalat yang terbaik. Lantas bagaimana lagi jika yang melihat adalah Allah.

Kedua : Meyakini bahwa jika ia bisa baik dalam mengadap Allah di dunia (dengan sholat) maka akan mudah menghadapi Allah pada hari- hari (dalam hisab dan lainnya).

Ibnul Qoyyim berkata: 

للعبد بين يدي الله موقفان موقف بين يديه في الصلاة وموقف بين يديه يوم لقائه فمن قام بحق الموقف الأول هون عليه الموقف الآخر ومن استهان بهذا الموقف ولم يوفه حقه شدد عليه ذلك الموقف قال تعالى ومن الليل فاسجد له وسبحه ليلا طويلا إن هؤلاء يحبون العاجلة ويذرون وراءهم اً لاً

“Seorang hamba dihadapan Allah memiliki dua posisi: posisi dia di hadapan Allah sholat dan posisi dia di hadapan Allah di hari perjumpaan dengan-Nya, barang siapa yang unggul posisi yang pertama maka akan mudahkan baginya pada posisi kedua, dan barang siapa yang meremehkan posisi pertama tersebut dengan tidak menunaikan haknya maka akan sulit baginya pada posisi kedua tersebut, Allah Ta'ala berfirman: {Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya di malam yang panjang. Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) dan mereka meninggalkan hari yang berat (hari akhirat) di belakang mereka}.” 

Ketiga : Meyakini bahwa ketika ia sedang shalot maka ia sedang bermunajat (berbicara) dengan Allah.

Baca Juga: Doa Memohon Perlindungan dari Beratnya Musibah, Kebinasaan dan Tertawanya Musuh

Nabi Sholat : 

ا امَ لاَتِهِ ا

“Sesungguhnya salah seorang dari kalian jika berdiri dalam shalatnya maka sesungguhnya ia sedang bermunajat kepada Rabbnya” 

Dan الْمُنَاجَاةُ “munajaat” dalam bahasa arab asal maknanya adalah الكَلاَمُ اثْنَيْنِ ا “Pembicaraan di antara dua orang dengan diam-diam”. Makna ini didukung dengan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: 

الَ اللهُ تَعَالَى: الصَّلَاةَ لِعَبْدِي ا لَ، فَإِذَا الَ الْعَبْدُ: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} [الفاتحة: 2]، الَ اللهُ الَى: الحَمِدَنِي الف: ا الَ اللهُ تَعَالَى: لَيَّ ا قَالَ: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ}، الَ: فَإِذَا الَ: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ اكَ } [الفاتحة: 5] الَ: ا ا ا {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ اطَ الَّذينَ لَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ لَيْهِمْ لَا الضَّالِّينَ} [الفاتحة: 7] الَ: ا لِعَبْدِي لِعَبْدِي ا لَ

“ Allah berfirman : Aku membagi sholat ANTARA Aku d sebuah hambaKu doa Bagian , Dan untuk review hambaku besarbesaran get Sesuatu Yang dia Minta. Jika seorang hamba berkata, “ Segala puji bagi Allah Rabb semesta al am”, Maka Allah berkata : “ HambaKu memujiKu ”, seorang pabila hamba tersebut mengucapkan : “ Yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang ”, Allah berkata : “ HambaKu menyanyjungKu”, a pabila hamba tersebut mengucapkan : “Pemilik hari , Allah berkata : “ HambaKu mengagungkanKu”, seorang pabila hamba mengucapkan : “ Hanya kepadaMulah aku yang memuji dan hanyaMulah aku memohon pertolongan ”, Allah berkata : “ Ini adalah antara Aku dengan hambaKu , d an hambaKu mendapatkan apa yang dia Minta ”, dan a pabila hamba tersebut mengucapkan : “ Berilah Kami Petunjuk jalan yang lurus, Yaitu jalan orang-orangutan yang Engkau beri nikmat differences mereka, Bukan jalan orang-orangutan yang Engkau murkai Dan Bukan pula orang-orangutan yang Sesat”, Allah berkata : “ Ini untuk hambaKu, dan hambaKu mendapatkan apa yang dia minta ” .” 

Baca Juga: 5 Ulama Sekaligus Pejuang Kemerdekaan Indonesia, Jalan Kaki 18 Hari Tarutung-Padang Panjang

Karenanya jika seseorang sedang berdoa sesungguhnya ia sedang fokus berbicara dengan Allah, keduanya antara dia dengan Allah. Lantas apakah adab yang baik jika kita berbicara dengan pejabat, ia sedang fokus berbicara dengan kita sementara kita berbicara dengan dia sambil tidak fokus dan fikiran kemana-mana? Bagaimana lagi jika kita sedang bermunajat kepada Penguasa alam semesta?

Keempat : Ketika sholat menghadirkan hati seolah-akan ini merupakan sholat yang terakhir.

Nabi shallallahu álaihi wasallam mengatakan: 

ا لَاتِكَ لِّ لَاةَ

“Jika engkau sholat maka sholatlah seperti shalatnya orang yang hendak berpisah” 

Maksudnya yaitu ketika shalat seolah-akan ia akan berpisah dari shalatnya, yaitu seolah-seakan merupakan shalotnya yang terakhir. 

Ibnu Rojab berkata: 

لِذَلِكَ النَّبِيُّ لَّى اللَّهُ لَيْهِ لَّمَ لِّيَ لَاةَ لِأَنَّهُ اسْتَشْعَرَ لَاتِهِ، ا لَى لِ ا

“Oleh karena itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam diperintahkan untuk sholat dengan sholat perpisahan, karena sesungguhnya barang siapa yang merasa bahwa dirinya akan berpisah dari (dunia) dengan shalotnya maka dia akan menyempurnakannya dengan sesuatu yang paling sempurna.” 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kelima : Berusaha memahami semua yang ia baca, terutama dzikir-dzikir dan doa-doa dalam sholat. Karena jika seseorang memahami apa yang ia lakukan maka akan memudahkannya untuk konsentrasi dalam sholatnya.

Keenam : Berusaha untuk variasi dalam membaca dzikir-dzikir sholat, bukan satu model dzikir saja. Karena kalau hanya satu model dzikir, hanya lisan saja yang mengalirkan ucapan dzikir tersebut tanpa harus memahaminya. Lain halnya jika dzikir-dzikir divariasikan, maka tentu membantu untuk fokus dalam memahami apa yang dibaca.

Misalnya, pada sholat ini membaca doa istiftah yang satu, maka pada sholat yang lain membaca doa istiftaah yang lainnya. Begitu juga banyak variasi doa dalam rukuk dan sujud yang telah diajarkan oleh Nabi shallallahu álaihi wasallam.

Ketujuh : Berusaha mempersiapkan sebaik-baiknya ketika hendak shalat, seperti berwudhu dari rumah lalu berjalan menuju masjid dengan tenang. Lalu jika masuk masjid shalat qobiah atau shalat tahiyyatul masjid, lalu jika masih ada waktu membaca al-Qur'an, atau berdoa kepada Allah. Ini semuanya merupakan pengantar atau muqoddimah, sehingga ketika masuk dalam shalat fardu maka dalam kondisi lebih khusyuk.

Kedelapan : Berusaha mengembangkan diri dari sebab-sebab yang bisa mengganggu kekhusyukan. Sebab-sebab tersebut bisa diklasifikasikan kepada dua model:

Pertama: Tempat yang tidak kondusif untuk shalat. Misalnya sajadah yang terlalu menarik perhatian.

Aisyah berkata: 

النَّبِيَّ لَّى اللهُ لَيْهِ لَّمَ لَّى لَهَا لاَمٌ، لَى لاَمِهَا لَمَّا انْصَرَفَ الَ: «اذْهَبُوا لَى انِيَّةِ ا الَ النَّبِيُّ لَّى اللهُ لَيْهِ لَّمَ: «كُنْتُ لَى لَمِهَا، ا الصَّلاَةِ افُ »

“Sesungguhnya Nabi sallallahu'alaihi wa sallam shalat di baju dari wol  yang ada garis-garisnya (gambarnya). Kemudian beliau selintas melihat garis-garisnya . Ketika selesai shalat, beliau mengatakan, ' Pergilah dengan membawa baju ini ke Abu Jahm, dan bawakan (penggantinya) untukku dengan Anbijaniyah (baju kasar tanpa garis-garisnya /gambarnya kepunyaan Abu Jahm. Karena baju tersebut baru saja melalaikanku dari shalatku”. Dan berkata Hisyam bin'Urwah dari ayahnya, dari 'Aisyah, Nabi shallallahu 'alaihi w salam mengatakan: “Aku melihat kepada gambarnya, sementar aku sedang shalat, maka aku khawatir gambar tersebut menggangguku.” 

Atau lokasi yang kurang bersih dan menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga dapat mengganggu konsentrasi

Kedua: Berkaitan dengan hal-hal yang dapat mengganggu pikiran, seperti :

Dalam kondisi lapar, sementara makanan sudah siap dihidangkan

Sedang shalat tapi menahan buang air atau buang angin

Nabi Shalat: 

لَا لَاةَ الطَّعَامِ، لَا افِعُهُ الْأَخْبَثَانِ

“ Tidak sempurna sholat seseorang apabila makanan yang telah dihidangkan, atau apabila dia menahan buang air besar atau kecil.” 

Kesembilan : Berdoa kepada Allah agar diberikan hati yang khyusuk.

Diantara doa Nabi shallallahu laihi wasallam : 

اللهُمَّ الْأَرْبَعِ: لْمٍ لَا لْبٍ لَا لَا اءٍ لَا

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Anda dari empat perkara : dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak merasa puas dan dari doa yang tidak didengar.” 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya