Setelah Serangan 11 September, Imam Shamsi Ali: Islam Semakin Berkembang di Amerika Serikat (4)

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Sabtu 11 September 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 11 614 2469674 setelah-serangan-11-september-imam-shamsi-ali-islam-semakin-berkembang-di-amerika-serikat-4-YdXia5TPDK.jpg Serangan 11 September 2001 di WTC New York. (Foto: Reuters)

SETELAH serangan 11 September 2001 atau 20 tahun lalu di menara kembar WTC, New York, Imam Shamsi Ali menyebut persepsi yang salah tentang Islam di AS sudah berkurang. Islam juga menjadi agama yang "sangat populer" dengan politisi-politisi Muslim, termasuk anggota kongres, wali kota dan anggota dewan perwakilan daerah di New York.

"Di NYPD, ada sekitar 1.000 lebih polisi yang Muslim dan ada salat Jumat. Di sekolah umum, sudah ada liburan Idul Fitri, Idul Adha, dan makanan halal yang didanai pemerintah, karena anak-anak perlu makanan halal."

"Masyarakat Amerika sudah melakukan perubahan2 dalam melihat Islam," katanya lagi.

Baca Juga: Serangan 11 September 2001, Cerita Imam Shamsi Ali di New York Dipeluk Tetangga Katolik (1)

Jamaah salat di depan Masjid Aqsa-Salam, masjid tertua milik komunitas Afrika Barat

di AS.

Menjelang peringatan ke-20 Serangan 11 September, naiknya banyak Muslim Amerika ke posisi berpengaruh di Washington dan posisi-posisi penting lain, merupakan perkembangan yang tidak diperkirakan dua dekade lalu, lapor Newsweek.

Tiga distrik Detroit akan memilih wali kota-wali kota Muslim pertama, tim sepak bola Amerika New York Jets mengangkat Robert Saleh sebagai pelatih Muslim pertama, sementara CBS menampilkan drama dengan karakter utama Muslim, tambah Newsweek dari serangkaian posisi penting.

Baca Juga: Serangan Menara Kembar WTC 11 September 2001, Imam Shamsi Ali: Islam Ketika Itu Sedang Runtuh Juga (2)

Pada 2001, sekitar satu juta Muslim tercatat tinggal di AS, menurut data Association of Religious Data Archives, dan jumlah pemeluk Islam sekarang tercatat sekitar 3,5 juta.

Sementara jumlah masjid meningkat dua kali lipat sejak tahun 2000 menjadi lebih dari 2.700 di seluruh AS.

"Keberkahan" Naiknya Trump

Shamsi mengatakan salah satu dari apa yang ia sebut sebagai "keberkahan" naiknya Donald Trump adalah bahwa "tuduhan radikalisme tak lagi identik dengan orang Islam, namun kelompok supremasi kulit putih yang mengambil alih Capitol Hill [Januari lalu]."

Idul Fitri di Jamaica Muslim Centre Mei lalu.

Tetapi tantangan ke depan masih besar, menurut Shamsi.

Umat Islam harus berbenah terus menerus, katanya. "Ada harapan dunia Barat bahwa Islam harus menjadi bagian dari kontribusi dalam membangun peradaban dunia."

Baca Juga: Serangan 11 September, Cerita Imam Shamsi Ali di New York Dikirim Bunga oleh Pendeta (3)

Ia mencontohkan kontribusi kecil komunitas Muslim di lembaga yang dipimpinnya, Jamaica Muslim Centre.

"Dulu orang takut untuk tinggal di daerah ini, karena narkoba dan sebagainya. Sejak Jamaican Muslim Centre berdiri, orang-orang Islam datang membeli rumah dan membuka usaha, akhirnya menjadi salah satu daerah yang paling aman."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Di Idul Adha lalu, wali kota terpilih Eric Adams datang secara khusus untuk menyampaikan apresiasi.

"Inilah komunitas yang kita harapkan, yang bisa berkembang dan memberi kontribusi positif," katanya, seperti ditirukan Shamsi.

Pada 2013, Shamsi mendirikan Nusantara Foundation, organisasi sosial untuk mendorong dialog antaragama.

Melalui yayasan ini, kata Shamsi, "Saya ingin Amerika sadar, ketika mendengar kata Islam tak lagi menengok ke Saudi, Qatar, atau Timur Tengah, tapi ke Indonesia." (Selesai)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya