Kisah Pelawak Legendaris Kang Ibing Hijrah hingga Mantap Jadi Pendakwah

Siska Permata Sari, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 21:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 621 2471870 kisah-pelawak-legendaris-kang-ibing-hijrah-hingga-mantap-jadi-pendakwah-iap133ydCp.jpg Kang Ibing. (Foto: Unpad.ac.id)

NAMA pelawak legendaris Kang Ibing pastinya sudah tidak asing bagi publik Tanah Air. Ya, Kang Ibing termasuk komedia dan aktor senior yang aktif sejak era 1970. Namun di akhir hidupnya, pelawak bernama asli Raden Aang Kusmayatna Kusiyana Samba Kurnia Kusumadinata ini memutuskan hijrah hingga menjadi dai atau pendakwah.

Pelawak yang lekat dengan image "Kabayan" tersebut memilih untuk hijrah dan menyiarkan ajaran-ajaran agama Islam ke berbagai daerah hingga luar negeri. Rupanya banting setir menjadi seorang penceramah adalah suatu ketidaksengajaan bagi Kang Ibing.

Baca juga: Hijrah Pria Bertato dan Berambut Panjang Tak Sungkan Menuntut Ilmu Agama 

Hal tersebut diceritakan putra Kang Ibing, Dikdik Kusmadika, dalam wawancaranya bersama salah satu stasiun televisi swasta. Dia mengatakan saat itu ayahnya tiba-tiba ditawari menjadi penceramah di acara temannya.

Kang Ibing. (Foto: Istimewa/iNews.id)

"Pada saat itu beliau sedang nangkring di stasiun sama temannya, saya lupa namanya. Temannya itu punya hajat, kebetulan saat itu penceramahnya berhalangan hadir. Akhirnya temannya kan tahu, papa tuh aktor juga suka ngelawak juga, lalu dia bilang: 'Bing lu mau enggak ceramah di tempat gue?' Waktu itu papa bilang: 'Boro-boro ceramah'," ungkap Dikdik, seperti dikutip dari kanal YouTube VDVC Religi, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Baru Hijrah Sudah Berdakwah, Bagaimana Pandangan Ulama? 

Meski awalnya sempat ragu, akhirnya Kang Ibing menerima tawaran temannya sebagai bentuk membantu. Namun tidak disangka, ceramahnya sangat disukai. Sejak saat itulah Kang Ibing kerap diundang sebagai penceramah.

"Dari situlah mulai ada yang manggil, ada yang manggil. Nah, ya mungkin anugerah juga ya," ujar Dikdik.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tidak hanya di lingkungan sekitar, Kang Ibing juga menjadi penceramah di kota-kota di Jawa Barat, keluar Pulau Jawa, hingga luar negeri. “Ada yang ke Jepang, Australia, dan terakhir sebelum meninggal itu ke Korea Selatan," kata Dikdik lagi.

Pada 19 Agustus 2010, industri hiburan dikejutkan dengan kabar meninggalnya Kang Ibing. Pria kelahiran Sumedang, 20 Juni 1946, itu mengembuskan napas terakhir di pangkuan putranya dalam usia 64 tahun.

Baca juga: Kiat-Kiat Hijrah ala Ustadz Khalid Basalamah, Pahami Dulu Keutamaan Ibadah 

"Saya waktu itu enggak tinggal di rumah (sama papa). Tiba-tiba ditelepon mama: 'Dik, papa jatuh.' Akhirnya saya datang (pulang). Saya lihat papa lagi dibopong. Ya sudah, saya masuk mobil, saya duduk di belakang, dan papa tuh tidur di pangkuan saya. Saya pegang, kok badannya dingin," kisah Dikdik.

Saat itu Kang Ibing sempat dibawa ke RSAI Bandung. Namun, ternyata sesampai di rumah sakit, Kang Ibing sudah tiada.

Baca juga: Apa Makna Hijrah, Begini Penjelasannya Secara Sederhana 

"Saya pegang kok dingin, akhirnya dibawa ke rumah sakit, ternyata papa sudah enggak ada. Dan ternyata beliau tuh meninggalnya di sini (pangkuan) saya. Itu yang saya enggak bisa lupa," ujar Dikdik.

Jenazah Kang Ibing lalu dimakamkan di Permakaman Gunung Puyuh, Kabupaten Sumedang. Kepergian sang legenda dunia lawak Indonesia ini meninggalkan seorang istri dan tiga anak yakni Dikdik Kusmadika, Mega Kusmananda, dan Diane Fatmawati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya