Abu Bakar Ash-Shiddiq, Khalifah Pertama yang Selalu Membenarkan Perkataan Nabi

Ahmad Haidir, Jurnalis · Senin 20 September 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 614 2473874 abu-bakar-ash-shiddiq-khalifah-pertama-yang-selalu-membenarkan-perkataan-nabi-BbYt5zvwgW.jpg Ilustrasi kisah Abu Bakar ASh-Shiddiq. (Foto: Unsplash)

SAAT mendengar namanya, hampir semua umat Islam tentu tidak asing dengan sosok Abu Bakar Ash-Shiddiq. Beliau merupakan salah satu tokoh penting dalam Islam yang hidup di zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Kisah hidupnya banyak diceritakan melalui sebuah riwayat ataupun Sirah Nabawi (sejarah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam). Abu Bakar Ash-Shiddiq termasuk salah satu sahabat sekaligus ulama yang pantas dijadikan inspirasi bagi seluruh manusia, khususnya umat Islam.

Berkat kejujuran serta ketulusan imannya, Abu Bakar sampai diberi julukan langsung oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yakni Ash-Shiddiq.

Baca juga: Umar bin Khattab, Pembenci Islam yang Berubah Tunduk kepada Allah dan Jadi Sahabat Nabi 

Sejak Kecil Mengenal Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam

Abu Bakar Ash Shiddiq mempunyai nama asli Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Tayyim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay Al Quraisyi At Tamim, atau lebih dikenal sebagai Abdullah bin Utsman atau Abu Quhafah.

"Beliau dilahirkan 2 tahun 6 bulan setelah Tahun Gajah alias terpaut 2 tahun lebih muda dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Sejak kecil Abu Bakar dan Muhammad sudah saling mengenal dan berteman, karena sama-sama berprofesi sebagai pedagang. Bahkan nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah pada kakek keenam yaitu Murrah bin Ka'ab," cerita Ustadz Dr Khalid Basalamah, seperti dikutip dari kanal YouTube-nya Khalid Basalamah Official, Senin (20/9/2021).

Sejak dini sifat-sifat mulia dan keislaman sudah tampak pada dirinya. Abu Bakar remaja dikenal memiliki sifat yang sabar, cerdas, lembut, serta jujur. Oleh karena itu, ia juga dikenal luas oleh masyarakat Mekkah berkat karakternya tersebut.

Baca juga: Sejarah Dikumandangkan Azan Sholat hingga Penunjukan Bilal Jadi Muazin Pertama 

Masuk Islam dan Termasuk Assabiqunal Awwalun

Bersama Siti Khadijah, istri pertama Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, Abu Bakar menjadi orang pertama yang masuk Islam atau disebut Assabiqunal Awwalun. Abu Bakar menerima dakwah Islam langsung dari Nabi Muhammad, dan tanpa ragu langsung menyatakan keimanannya.

Setelah masuk Islam, Rasulullah memberikan nama Abdullah kepada dirinya. Tidak hanya itu, Nabi Muhammad memberikan julukan 'Abu Bakar' yang berarti 'Bapak anak unta muda', karena Abu Bakar adalah orang yang bersegera memeluk agama Islam setelah sampai kepadanya risalah dakwah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Keimanan yang Luar Biasa hingga Dijuluki Ash-Shiddiq

Kualitas keimanan Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah salah satu yang terbaik, walaupun ia bukan seorang Nabi dan Rasul Allah. Abu Bakar menjadi orang yang setia mendampingi Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam serta senantiasa menyebarkan ajaran Islam tanpa pamrih.

"Sesaat setelah mengucap kalimat syahadat, beliau langsung berdakwah kepada sahabat-sahabat yang lain seperti Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan tokoh-tokoh penting lainnya untuk memeluk Islam," kata Ustadz Khalid Basalamah.

Baca juga: Kisah Bilal bin Rabah Bikin Penduduk Madinah Menangis saat Kumandangkan Azan 

Selanjutnya sepanjang usia Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, Abu Bakar senantiasa mendampingi utusan Allah Subhanahu wa ta'ala yang terakhir tersebut. Di mana Rasulullah berada, di situ ada Abu Bakar. Bahkan, Abu Bakar juga turut menemani sekaligus melindungi Rasulullah saat melangsungkan perintah hijrah dari Makkah ke Madinah.

Salah satu bukti valid lainnya terkait kecintaan sekaligus keimanannya kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam terlebih Islam adalah tatkala terjadi peristiwa Isra Mikraj yang secara nalar sangat sulit diterima oleh akal manusia.

"Di saat mayoritas penduduk Makkah, bahkan beberapa sahabat dan kaum Muslimin lainnya sempat dilanda keraguan, Abu Bakar menjadi satu-satunya orang yang membenarkan peristiwa tersebut," jelas Ustadz Khalid Basalamah.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam lantas memberikannya julukan istimewa yang tidak main-main, yakni Ash-Shiddiq yang berasal dari kata 'Shadaqa Yasluku' yang berarti 'jujur' yang tidak sekadar jujur, namun menjadi kalimat yang menggambarkan tingkatan tertinggi dari kejujuran seseorang.

Sifat mulianya tersebut akhirnya yang menjadi alasan umat Islam Makkah dan Madinah membaiat dirinya sebagai khalifah atau pemimpin usai wafatnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi Khulafaur Rasyidin pertama pada periode 632-634 Masehi atau 11-13 Hijriah di Madinah.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Kisah Tabiin Abul Aswad ad-Duali, Bapak Ilmu Nahwu Belajar Langsung dari Ali bin Abu Thalib 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya