Share

Tata Cara Sholat Ghaib Sendiri

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 30 September 2021 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 616 2479295 tata-cara-sholat-ghaib-sendiri-mVI8XzagnZ.jpg Ilustrasi tata cara sholat ghaib sendiri. (Foto: Unsplash)

TATA cara sholat ghaib sendiri ternyata dicari banyak orang. Sholat ghaib adalah ibadah yang dilakukan ketika jenazah tidak berada di tempat atau berada di lokasi lain. Maka dianjurkan sebanyak mungkin kaum Muslimin mensholatkan orang yang meninggal agar jenazah mendapat syafaat.

Sholat ghaib hukumnya fardhu kifayah berdasarkan keumuman perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam untuk mensholati jenazah seorang Muslim. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

Artinya: "Tidaklah seorang Muslim meninggal, lalu disholatkan oleh kaum Muslimin yang jumlahnya mencapai 100 orang, semuanya mendoakan untuknya, niscaya mereka bisa memberikan syafaat untuk si mayit." (HR Muslim Nomor 947)

Baca juga: Tata Cara Sholat Hajat Lengkap Latin dan Artinya 

Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga bersabda dalam hadis:

مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أرْبَعُونَ رَجُلا، لا يُشْرِكُونَ بِالله شَيْئاً إِلا شَفَّعَهُمُ اللهُ فِيهِ

Artinya: "Tidaklah seorang Muslim meninggal, lalu disholatkan oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun, kecuali Allah akan memberikan syafaat kepada jenazah tersebut dengan sebab mereka." (HR Muslim Nomor 948)

Ilustrasi tata cara sholat ghaib sendiri.

Dikutip dari laman Muslim.or.id, disebutkan adapun sebelum menunaikan sholat gaib, haruslah diawali dengan niat agar pelaksanaannya lebih afdhal. Niat cukup disampaikan dalam hati orang yang hendak melaksanakan sholat ghaib tersebut.

Kemudian tata cara melaksanakan sholat ghaib adalah sebagai berikut:

Baca juga: MUI Persilakan Umat Rapatkan Shaf Sholat Berjamaah di Masjid 

1. Niat sholat ghaib

Niat sholat ghaib adalah amalan hati, tidak perlu dilafalkan.

2. Takbir pertama

Takbir yang pertama, membaca taawudz kemudian Surah Al Fatihah. Berdasarkan keumuman hadits:

لا صلاةَ لِمَن لم يقرأْ بفاتحةِ الكتابِ

Artinya: "Tidak ada sholat yang tidak membaca Al Fatihah." (HR Bukhari Nomor 756, Muslim Nomor 394)

Kemudian riwayat dari Thalhah bin Abdillah bin Auf, ia berkata:

صليتُ خلفَ ابنِ عبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عنهما على جِنازة، فقرَأَ بفاتحةِ الكتابِ، قال: لِيَعْلموا أنَّها سُنَّةٌ

Artinya: "Aku sholat bermakmum kepada Ibnu Abbas Radhiallahu anhu dalam sholat jenazah. Beliau membaca Al Fatihah. Beliau lalu berkata: 'Agar mereka tahu bahwa ini adalah sunah (Nabi)'." (HR Bukhari Nomor 1335)

Lalu tidak perlu membaca Doa Iftitah sebelum Al Fatihah.

Baca juga: Tata Cara Sholat Taubat Nasuha Beserta Waktu Pelaksanaannya 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Takbir kedua

Melakukan takbir yang kedua, kemudian membaca salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Berdasarkan hadis dari Abu Umamah Al Bahili Radhiallahu anhu:

أنَّ السُّنَّةَ في الصَّلاةِ على الجِنازة أن يُكبِّرَ الإمامُ، ثم يقرأَ بفاتحةِ الكتابِ- بعدَ التكبيرة الأولى- سِرًّا في نفْسِه، ثم يُصلِّيَ على النبيِّ صلَّى الله عليه وسلَّم، ويُخلِصَ الدُّعاءَ للميِّت في التكبيراتِ، لا يقرأُ فى شىءٍ منهنَّ، ثم يُسلِّم

Artinya: "Bahwa sunah dalam sholat jenazah adalah imam bertakbir kemudian membaca Al Fatihah (setelah takbir pertama) secara sirr (lirih), kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallahu alaihi wassallam, kemudian berdoa untuk mayit setelah beberapa takbir. Kemudian setelah itu tidak membaca apa-apa lagi setelah itu. Kemudian salam." (HR Asy Syafi’i dalam Musnad-nya Nomor 588, Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra 7209, dishahihkan Al Albani dalam Ahkamul Janaiz 155)

Baca juga: MUI: Rapatkan Shaf, Selesai Sholat Direnggangkan Kembali 

4. Takbir ketiga

Kemudian melakukan takbir ketiga, lalu membaca doa untuk jenazah. Berdasarkan hadis Abu Umamah di atas. Di antara doa yang bisa dibaca adalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Artinya: "Ya Allah, berilah ampunan baginya dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah ia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah ia dengan air, es dan salju. Bersihkanlah dia dari kesalahannya sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya semula, istri yang lebih baik dari istrinya semula. Masukkanlah ia ke dalam surga, lindungilah ia dari azab kubur dan adzab neraka." (HR Muslim Nomor 963)

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا

Artinya: "Ya Allah, ampunilah orang yang hidup di antara kami dan orang yang telah mati, yang hadir dan yang tidak hadir, (juga) anak kecil dan orang dewasa, lelaki dan wanita di antara kami." (HR At Tirmidzi Nomor 1024, ia berkata: "hasan shahih")

Baca juga: Soal Rapatkan Shaf Sholat Berjamaah, DMI: Tunggu Penegasan Pemerintah 

5. Takbir keempat

Kemudian melakukan takbir keempat. Setelah itu diam sejenak atau boleh juga membaca doa untuk mayit, menurut sebagian ulama. Hal yang lebih utama adalah diam sejenak dan tidak membaca apa-apa sebagaimana zhahir dalam hadis Abu Umamah Radhiallahu anhu.

Baca juga: Tata Cara Sholat Hajat Lengkap Latin dan Artinya 

6. Salam

Sifat salamnya sebagaimana salam dalam sholat yang lain. Seperti dalam hadis Ibnu Mas’ud Radhiallahu anhu:

ثلاثُ خِلالٍ كان رسولُ اللهِ صلَّى الله عليه وسلَّم يفعلهنَّ، ترَكَهنَّ النَّاسُ؛ إحداهنَّ: التسليمُ على الجِنازة مِثل التَّسليمِ في الصَّلاةِ

Artinya: "Ada tiga perkara yang dahulu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam benar-benar melakukannya dan kemudian banyak ditinggalkan orang: Salah satunya salam di sholat jenazah semisal dengan salam dalam sholat yang lain." (HR Ath Thabrani Nomor 10022, dihasankan Al Albani dalam Ahkamul Janaiz 162)

Salam dilakukan dua kali ke kanan dan kiri serta yang merupakan rukun hanya salam ke kanan saja.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Alquran dan Sains Ungkap 2 Obat Peredam Marah, Praktis serta Mudah 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini