Kisah Haru Gadis Cantik dan Mamanya Jadi Mualaf, Bersyahadat saat Bertemu Syekh di Suriah

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Senin 25 Oktober 2021 01:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 621 2491015 kisah-haru-gadis-cantik-dan-mamanya-jadi-mualaf-bersyahadat-saat-bertemu-syekh-di-suriah-awlmVmnigU.jpg Kisah haru mualaf gadis cantik dan mamanya. (Foto: YouTube Ayatuna Ambassador)

HIDAYAH Islam bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja, seperti dialami oleh ibunda mualaf cantik bernama Yaz Spaz. Dalam sebuah kesempatan, ia meminta sang ibu untuk membagikan kisah perjalanannya hingga menjadi seorang Muslim. Pasalnya, ibunda Yaz terlahir dari keluarga Katolik yang sangat taat. Mengabulkan permintaan putrinya, ibunda Yaz pun akhirnya menceritakan kisah menjadi mualaf melalui media sosial sang putri.

Dikutip dari kanal YouTube Ayatuna Ambassador, Senin (25/10/2021), ibunda Yaz Spaz adalah seorang keturunan asli Kuba yang dibesarkan dalam keluarga Katolik yang taat. Sementara ayahnya adalah seorang tentara berpangkat tinggi di Kuba. Hidupnya sangat nyaman dan tenteram sebelum akhirnya Fidel Castro muncul memulai revolusi di Kuba dan menyerang barak militer. Peristiwa itu membuat nyawa sang ayah sangat terancam. Mereka pun terpaksa harus mengungsi ke Amerika Serikat.

Baca juga: Yakin Jadi Mualaf, Gadis Cantik Ini Rela Diusir dari Rumahnya 

Memutuskan untuk tinggal di sana, ibunda Yaz akhirnya masuk ke sekolah Katolik hingga kelas III SMA. Namun terlepas dari itu semua, jauh di dalam hati ibunda Yaz terdapat keraguan terhadap agama yang diimaninya. Itulah alasan mengapa ia mulai mempelajari agama secara serius setelah lulus dari SMA.

Setelah lulus, ibunda Yaz akhirnya bertemu dengan teman Muslim di kampusnya. Ia merasa sangat bersyukur bisa berteman dengan orang-orang itu. Pasalnya, merekalah yang membantu ibunda Yaz mempelajari dan memperkenalkan ajaran-ajaran agama Islam.

"Alhamdulillah, Allah mengirimkan saya teman di universitas. Saya belajar Islam dari mereka. Mereka memberi saya Alquran, jadi saya mulai membacanya. Mereka juga memberikan saya banyak buku, jadi saya tahu perbandingan antara agama Kristen dan Islam. Banyak pertanyaan saya ketika menjadi Katolik, semua terjawab dalam Islam," ujar ibunda Yaz dalam video.

Kisah haru mualaf gadis cantik dan mamanya. (Foto: YouTube Ayatuna Ambassador)

Saat memeluk agama Katolik, ibunda Yaz mengaku ragu dan memiliki banyak pertanyaan, salah satunya terkait pengakuan dosa kepada seorang pendeta. Ia merasa heran mengapa harus melakukan itu kepada sesama manusia.

"Kenapa dalam agama Katolik kita harus pergi ke pendeta untuk mengakui dosa kita dan mereka punya kuasa untuk mengampuni kita? Sementara mereka juga manusia yang bisa berdosa seperti kita. Itu salah satunya," ucap ibunda Yaz.

Baca juga: 5 Artis Korea yang Mantap Jadi Mualaf, Kini Rajin Syiarkan Ajaran Islam 

Selain itu, dia juga merasa bahwa perayaan Misa, yakni perayaan ekaristi dalam Gereja Katolik sangat tidak masuk akal. Para pendeta pun tidak pernah memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai perayaan tersebut.

"Pertanyaan lainnya adalah kami harus pergi Misa, melakukan komuni di mana kita memakan tubuh dan darah Yesus Kristus. Ketika masih anak-anak mungkin Anda bisa percaya itu karena sering mendengar cerita, tapi setelah itu bagi saya sangat tidak masuk akal dan saya tak bisa menerimanya. Tidak ada pendeta yang bisa memberi saya penjelasan mengapa harus seperti itu," tambahnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kemudian ibunda Yaz juga merasa ragu dengan konsep Trinitas. Ia tidak pernah mendapatkan jawaban yang jelas terkait konsep tersebut.

"Juga tentang Trinitas, kenapa saya harus percaya dalam 1 orang ada 3 lainnya, yakni Tuhan Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Itu sungguh terlalu sulit bagi saya untuk melogiskannya. Itulah beberapa pertanyaan sederhana yang tak bisa terjawabkan," ujarnya.

Baca juga: 5 Artis Ini Mantap Jadi Mualaf, Ada yang karena Mimpi Terbujur di Liang Lahad 

Ibunda Yaz merasa bahwa Islam adalah agama yang menghubungkan langsung antara Tuhan dengan dirinya. Ia pun menjadi lebih berhati-hati dalam berperilaku karena Allah Maha Mengetahui serta Maha Melihat.

"Tentunya karena Islam adalah agama antara Tuhan dengan saya. Apa pun yang saya lakukan, yang tampak atau tersembunyi Tuhan mengetahuinya. Jadi, itu membuat saya lebih berhati-hati jika saya hendak melakukan apa pun karena Allah akan tahu dan melihatnya," katanya.

Ibunda Yaz adalah seorang yang taat dalam beragama. Saat itu ia mempelajari agama Islam sekira 6 bulan. Sama seperti saat menjadi Katolik, dia pun kini menjadi seorang Muslim yang taat. Ibunda Yaz pun selalu mengamalkan ajaran-ajaran Islam, seperti berdoa, berzikir, bersedekah, sholat, serta melakukan amalan lainnya.

Mengetahui ibunda Yaz menjadi seorang mualaf, orangtuanya, terutama sang ibu sangat marah. Ia mengatakan bahwa otaknya telah dicuci dengan teman-teman Muslim. Ia sangat merasa terganggu dengan perkataan ini.

Baca juga: Cerita Mualaf Cantik Berhijab Usai Lihat Keluarga Muslim di Kolam Renang 

Tidak hanya itu, sang ibu juga sangat menyayangkan penampilan tertutup ibunda Yaz. Pasalnya, ia memiliki tubuh yang bagus serta paras yang rupawan, sehingga akan sangat menawan jika tampil berbikini ketika pergi ke pantai. Namun, ibunda Yaz membantah hal tersebut. Ia merasa tidak perlu memamerkan tubuhnya kepada pria yang sama sekali tak menghargai ataupun menghormati wanita. Dia merasa lebih nyaman saat berpakaian tertutup dengan berhijab.

"Ibuku bilang, 'Sayangku, kamu ini perempuan cantik, tubuhmu sangat indah. Kamu terlihat menawan dengan pakaian renang dan gaun pendek. Kamu tidak bisa pakai itu lagi, tidak bisa pergi ke pantai.' Saya jawab, 'Tidak bu, saya bisa pergi ke pantai, namun saya hanya perlu berpakaian tertutup dan kenapa saya harus memamerkan tubuh saya ke semua orang secara gratis? Memangnya saya ini apa?'," jelas ibunda Yaz.

Setelah mengenal Islam, dia mengaku hidupnya sangat berubah. Ibunda Yaz merasa lebih mencintai dan menghargai dirinya karena ajaran-ajaran Islam. Ia pun selalu bersyukur dengan segala ciptaan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Ibunda Yaz mengatakan bahwa ia resmi menjadi mualaf sejak 2011, yakni sebelum dirinya menikah dengan sang suami. Mulanya ia tidak tahu bahwa dirinya harus bersyahadat untuk menjadi seorang Muslim. Padahal, ia sudah melaksanakan ibadah sholat, puasa, bayar zakat, dan lainnya.

Baca juga: Cerita Mualaf Cantik Tidak Bisa Menahan Haru, Ibunya Juga Masuk Islam 

Hingga akhirnya perjalanannya ke Damaskus, Suriah, menjadi titik balik perubahan kehidupannya. Ia bahkan masih merasa haru saat menceritakan kisah itu. Sang anak, Yaz Spaz sempat khawatir melihat ibundanya meneteskan air mata.

"Mama kenapa?" kata Yaz Spaz sembari merangkul sang ibu.

"Saya merasa sangat emosional karena ini adalah titik balik terbesar dalam hidup saya. Perjalanan saya ke Suriah itu adalah hari kelahiran Nabi Muhammad. Kami pergi ke rumah seorang syekh untuk berzikir, sholat, dan berkumpul di sana. Mereka bertanya, 'Apakah saya telah bersyahadat?' Saya jawab belum dan saya mengira saya telah mengecewakan Allah. Maka hal pertama yang saya lakukan adalah bersyahadat," jelasnya sembari menahan air mata.

Ibunda Yaz mengaku bahwa hari itu adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Ia merasa beban hidupnya sudah terangkat dari tubuhnya. Ia sangat bersyukur atas berkah dan hidayah yang Allah Subhanahu wa ta'ala berikan kepada dirinya.

"Dan itu adalah hari paling membahagiakan dalam hidup saya. Rasanya seperti 90 kilogram batu dilepas dari pundak saya. Alhamdulillah dan Allah memberikan berkah begitu banyak kepada saya," ucapnya sembari menangis.

Baca juga: Kisah Mualaf Cantik Amerika Berjuang Keras demi Bisa Memakai Hijab 

Di akhir video, ibunda Yaz memberikan pesan untuk orang non-Muslim yang berniat menjadi mualaf. Ia menyarankan kepada mereka untuk kerap membaca buku tentang agama Islam agar mengetahui berbagai keindahan agama Islam. Pasalnya, makin sering membaca, mereka akan makin jatuh cinta dengan agama Islam.

"Islam adalah agama terbaik yang saya jumpai dalam hidup saya, Alhamdulillah. Saya sarankan kepada semua orang untuk membaca sekalipun jika Anda tidak bersyahadat. Anda bisa menimba banyak informasi dari agama Islam dan menjalaninya. Sekali Anda menjalaninya, siapa tahu Anda akan makin suka hingga akhirnya bersyahadat dan masuk surga, insya Allah," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya