Share

Tokoh Muslim Dunia: Ibnu Al Muqaffa Ahli Sastra dan Penerjemah Asal Persia

Biladi Muhammad Wiragana, Jurnalis · Jum'at 05 November 2021 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 614 2497348 tokoh-muslim-dunia-ibnu-al-muqaffa-ahli-sastra-dan-penerjemah-asal-persia-um7N3f1Xgz.jpg Ibnu Al Muqaffa sang ahli sastra dan penerjemah. (Foto: YouTube Sastra dan Budaya)

TOKOH Muslim dunia kali ini mengangkat sosok Abu Muhammad 'Abd Allah Ruzbih ibn Daduya atau lebih dikenal Ibnu Al Muqaffa. Ia adalah seorang penerjemah yang berasal dari Persia, penulis, dan pemikir yang menulis dalam bahasa Arab.

Dikutip dari kanal YouTube Sastra dan Budaya, Jumat (5/11/2021), Ibnu Al Muqaffa merupakan orang pertama yang menerjemahkan karya-karya sastra tentang kebudayaan India dan Persia ke dalam bahasa arab. Ia juga orang petama yang melahirkan prosa berbahasa Arab yang dikenal juga sebagai seorang penerjemah andal karena karya kesastraan yang diakui banyak orang.

Baca juga: Tokoh Muslim Dunia: Al Kindi sang Ilmuwan dan Filsuf Pertama dari Arab 

Ibnu Al Muqaffa lahir di Basrah (kini Irak). Ia merupakan keturunan Persia dari bapaknya dan Arab dari ibunya. Dia dilahirkan saat zaman peralihan kekuasaan antara Dinasti Umayyah dengan Abbasyiah.

Ibnu Al Muqaffa ahli sastra dan penerjemah. (Foto: YouTube Sastra dan Budaya)

Ibnu Al Muqaffa ketika masuk Islam, namanya pun berubah menjadi Abdullah. Nama Ibnu Al Muqaffa ini berasal dari gelar ayahnya yang bernama Dazuwih. Ayahnya yang beragama Majusi tersebut bekerja sebagai pengurus pajak di daerah perbatasan antara Iran dan Irak.

Baca juga: Tokoh Muslim Dunia: Jabir bin Hayyan sang Bapak Kimia Modern 

Namun, atasannya yaitu Gubernur Hajjaj Yusuf al Thaqafi mengetahui bahwa Dazuwih melakukan penggelapan pajak. Atas dasar itulah Dazuwih dihukum potong tangan sesuai hukum yang berlaku di daerah tersebut. Dan saat itulah ia dijuluki al-Muqaffa yang berarti “yang terpotong tangannya”. Gelar inilah yang kemudian disandang oleh anaknya, Abdullah, menjadi Abdullah Ibnu Al Muqaffa.

Dikarenakan memiliki keturunan Persia dan Arab, Ibnu Al Muqafa menjadi pemikir yang menjembatani dua peradaban. Selain itu, Ibnu Al Muqaffa juga mahir dalam bidang bahasa. Hal ini terbuki dari banyaknya bahasa yang ia kuasai, yakni bahasa Arab, Suryani, Pahlewi, Sankrit, dan Yunani. Berkat bakatnya itu, dia diangkat oleh Gubernur Isa bin Ali di Kirman sebagai juru tulis kerajaan pada masa Abbasiah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Pada zaman inilah Ibnu Al Muqaffa mulai aktif dalam gerakan penulisannnya. Karya-karyanya sangat banyak, tapi yang bertahan hanya ada beberapa, itu pun menurut sumber yang saya dengar masih diragukan kebenarannya.

Baca juga: Tokoh Muslim Dunia: Al Idrisi Ahli Geografi Pembuat Peta Dunia Pertama 

Walaupun karyanya tersebut merupakan terjemahan dari karya Baidaba, Ibnu Al Muqaffa tidak mengubah isi yang terkandung di dalam naskah aslinya. Ia hanya menyisipkan beberapa cerita-cerita dalam karya tersebut. Namun pada akhir hayatnya, banyak orang menuduhnya sebagai zindiq. Ia difitnah sebagai zindiq karena mereka mempertanyakan dan menyangsikan tentang keyakinan dan keislaman.

Beliau pun harus rela meninggal di tangan Sufyan bin Muawiyah pada tahun 143 Hijriah sebagai konsekuensi atas nilai dan keyakinannya. Dihukum mati atas tuduhan zindiq hanyalah fitnah belaka. Sebenarnya, ada orang yang tidak suka terhadapnya dan ia adalah Khalifah Abu Ja’far Al Mansur.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Tokoh Muslim Dunia: Al Farabi sang Guru Kedua Filsafat Sekaligus Ilmuwan Teknologi 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini