Share

Wamenag Mengutuk dan Prihatin atas Kasus Pelecehan di Pesantren Bandung

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 10 Desember 2021 20:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 10 614 2515254 wamenag-mengutuk-dan-prihatin-atas-kasus-pelecehan-di-pesantren-bandung-cGSjvTng1w.jpg Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi. (Foto: iNews)

WAKIL Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi mengutuk keras terjadinya kasus pelecehan oleh oknum guru di pesantren di Kota Bandung, Jawa Barat. Ia juga merasa prihatin dan menyesali adanya kasus tersebut.

Terlebih lagi kasus ini melibatkan lembaga pendidikan pesantren yang seharusnya menjadi tempat belajar, memperbaiki akhlak, bukan sebaliknya.

Baca juga: 5 Gaya Hijab Simpel Cantik Mbak Lala sang Pengasuh Anak Raffi-Nagita, Gajinya Lebih Gede dari Endorse 

"Saya merasa prihatin dengan terjadinya tindak pidana asusila yang dilakukan oleh oknum guru di pondok pesantren, dan mengutuk keras tindakan bejat tersebut," ujar Wamenag dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal, Jumat (10/12/2021).

"Saya mendukung tindakan tegas kepolisian terhadap pelakunya dan diberikan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku," lanjutnya.

Baca juga: Turunkan Demam, Cukup Minum Air Ini Menurut Ustadz dr Zaidul Akbar 

Ia menegaskan Kementerian Agama sudah mencabut izin operasional pesantren tersebut. Kemudian Kemenag memberikan afirmasi terhadap peserta didik dan korban.

Para peserta didik juga dipulangkan dari pesantren untuk dapat meneruskan pendidikannya, baik di madrasah, atau sekolah umum, atau pendidikan kesetetaraan pondok pesantren salafiyah sesuai pilihannya. Upaya ini difasilitasi oleh Kemenag Kabupaten/Kota sesuai domisili masing-masing.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Selanjutnya Kemenag juga akan bersinergi dengan Komisi Perlindungan Anak (KPAI) untuk melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual. Khususnya dari sisi psikologis untuk menghilangkan trauma yang dialami oleh para peserta didik ini.

"Kemenag mendorong optimalisasi peran Dewan Masyayikh dalam mengawal penjaminan mutu pesantren, termasuk aspek perlindungan santri," jelasnya.

Baca juga: Viral Habib Muhdlor Selamat dari Erupsi Semeru Setelah Diusir Warga, Ini Faktanya 

Berdasarkan Pasal 51 UU Pesantren, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam mendorong terbentuknya wahana pendidikan karakter dan pembinaan moral di dalam masyarakat dan lingkungan pesantren.

Selain itu, Kemenag mengajak organisasi pesantren, ormas Islam, dan masyarakat untuk meningkatkan pembinaan dalam rangka pencegahan terjadinya kembali kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Baca juga: Viral Jamaah Masjid Mirip Cristiano Ronaldo Lagi Ngaji, Netizen: Masya Allah Lebih Ganteng 

"Berharap kasus serupa tidak terjadi lagi. Mendorong para korban untuk berani melaporkan setiap tindakan mencurigakan atau tidak benar dari para oknum, siapa pun itu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini