Share

Kisah Mualaf Berry Manoch, Vokalis Band Rock yang Pernah Jadi Pecandu Narkoba

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Selasa 14 Desember 2021 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 14 621 2516711 kisah-mualaf-berry-manoch-vokalis-band-rock-yang-pernah-jadi-pecandu-narkoba-dsZDrWNSPx.jpg Kisah mualaf Berry Manoch. (Foto: Instagram @callmebee01)

KISAH mualaf Berry Manoch, vokalis band rock Saint Loco, dapat dijadikan inspirasi bagi banyak orang. Dia telah mantap memeluk agama Islam pada tahun 2015 silam.

Perjalanan Berry Manoch menjadi mualaf dipenuhi lika-liku dan beragam cobaan yang berat. Mulai jadi pecandu narkoba hingga terjerumus pergaulan seks bebas pun kerap menghiasi masa lalunya.

Baca juga: Kisah Mualaf Reza Rahardian, Kaget Ibundanya Mendukung: Jalani dan Yakini dengan Baik 

Meski demikian, kini Berry Manoch sudah berhasil lepas dari kehidupan kelamnya. Dia pun mantap menjadi mualaf dan mengubah namanya menjadi Muhammad Berry Al Fatah.

Kisahnya bermula ketika dirinya mencoba mencari ketenangan dalam hidup. Saat itu dia memutuskan mengonsumsi narkoba agar merasa senang. Seiring berjalannya waktu, Berry justru merasakan kekosongan dalam jiwanya.

"Pada awalnya iya (mendapatkan ketenangan). Lalu, lama-lama saya mencapai satu titik hati saya menjadi mati, jiwa saya mati, saya enggak tahu kesenangan dan bahagia itu sebenarnya bentuknya seperti apa. Saya merasa enggak ada artinya aja sih hidup ini," ujar Berry, seperti dikutip dari kanal YouTube Wan Musik Channel, Selasa (14/12/2021).

Baca juga: Cerita Mualaf Maria, Ajak Anak-Anak Masuk Islam dan Pakai Hijab malah Dituduh Pemaksaan 

Tidak hanya itu, Berry juga sempat kehilangan orang-orang tersayangnya. Dia bercerai dengan istrinya setelah enam tahun menikah dan terpisah jauh dengan kedua putrinya. Hal ini makin membuatnya kecewa dengan Sang Pencipta. Bahkan, Berry sempat berencana mengakhiri hidupnya karena sangat depresi.

"Saya sampai di satu titik frustasi dan depresi, rasanya saya ingin akhiri semuanya dengan hal seperti itu sih. Kalau bisa saya mati dalam keadaan rock and roll gitu," ujar Berry.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Hingga akhirnya, ia mendapat hidayah Islam dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Hatinya mulai tersentuh saat melihat anak-anak muda sedang mengaji di rumah rekan kerjanya. Ditambah dengan suara azan yang menggema, Berry merasakan ketenangan dan kedamaian di dalam hatinya.

"Entah kenapa mungkin memang jalan Allah ya. Kebetulan di saat itu saya sedang menjalani proyek musik dengan teman saya. Saat lagi workshop, saya sering berkunjung ke rumahnya, dan di rumahnya ada ngaji anak-anak muda," ungkap Berry.

Baca juga: Kisah Mualaf Frederic Kanoute, Mantan Striker Sevilla yang Sisihkan Gaji Rp10 Miliar untuk Beli Masjid 

"Saat lagi break, saya melihat mereka lagi pada sholat, dengar suara azan. Ya, entah kenapa saya menjadi tersentuh di sana. Saya merasa damai," lanjutnya.

Berry mengaku merasa sangat rendah di mata Allah Subhanahu wa ta'ala. Di sisi lain, dia pun sadar bahwa Allah Ta'ala merupakan Maha Penyayang. Dia pun meminta ampun dari segala dosa-dosanya selama ini.

"Saya merasa rendah banget di mata Allah, tapi jadi sadar kalau Allah itu Maha Penyayang banget. Ternyata, Allah enggak pernah lupain saya sih. Itu yang saya pikirin. Saya minta ampun untuk semua yang saya lewati," ucap Berry.

Baca juga: Berkat Keutamaan Surah Al Fatihah, Artis Cantik Natalie Sarah Mantap Jadi Mualaf 

Andai bisa memutar kembali waktu, Berry sangat ingin menjadi umat Muslim yang baik sejak dulu. Dia mengaku tidak pernah ada manusia yang bisa menghargai dirinya seperti Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Saya mendapatkan kesempatan kayak gini aja tuh berarti banget buat saya. Enggak ada orang di dunia ini yang pernah menghargai saya seperti Allah," ungkapnya.

Berry membeberkan beberapa zikir yang selalu diucapkan setiap harinya. Saat merasa lemah, Berry kerap mengucapkan istigfar di dalam hatinya. Sementara saat merasa bersyukur dan mengalami hal baik, dia akan membaca kalimat tasbih, tahmid, serta takbir dalam hatinya.

"Di saat saya merasa down, sesak dan butuh pegangan, saya di dalam hati ucap istighfar, astagfirullahaladzim. Di saat saya butuh pegangan saya bersyukur, saat saya mengakui kebesaran-Nya saya mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar," bebernya.

Baca juga: Jadi Mualaf, Aktor Laga Willy Dozan Kaget Didukung Ibunya yang Non-Muslim 

Tidak hanya itu, Berry juga membacakan tahlil saat meminta belas kasih kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Pasalnya, zikir-zikir itu telah berhasil menghilangkan kegelisahan di dalam hatinya.

"Saat saya mengharapkan belas kasih-Nya, saya ucapkan La ilaha illallah dalam hati saya. Itu menghilangkan kesesakkan di dada saya sih," tegasnya.

Baca juga: Kisah Mualaf Ray Sahetapy, Mantap Memeluk Islam meski Berpisah dari Dewi Yull 

Sejak itu Berry langsung mantap memeluk agama Islam. Dia menjadi seorang mualaf dan mengubah namanya menjadi Muhammad Berry Al Fatah.

Dia pun berhenti mengonsumsi narkoba serta menjauhi segala larangan yang ada di dalam ajaran agama Islam. Kini Berry Manoch lebih bersyukur dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini