Share

Kisah Mualaf Mantan Aktivis Rumah Ibadah, Berawal Baca Sejarah Hari Raya di Mading

Siska Permata Sari, Jurnalis · Kamis 23 Desember 2021 09:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 621 2521329 kisah-mualaf-mantan-aktivis-rumah-ibadah-berawal-baca-sejarah-hari-raya-di-mading-mbTnTvXvJp.jpg Ilustrasi kisah mualaf mantan aktivis rumah ibadah. (Foto: Shutterstock)

BERPINDAH keyakinan dan menjadi mualaf adalah keputusan yang besar bagi seseorang. Tidak jarang, sejumlah orang mengalami perjalanan spiritual yang membuatnya mantap memeluk agama Islam.

Inilah yang dialami Fransisca Monica Pangaribuan, seorang perempuan mualaf. Sebelumnya ia adalah seorang guru di sekolah minggu.

Baca juga: 13 Tahun Jadi Pemuka Agama, Henrico Mantap Jadi Mualaf Usai Yakini Tuhan Itu Satu 

Kisah mualaf Fransisca Monica mantan aktivis rumah ibadah. (Foto: YouTube Ngaji Cerdas)

Fransisca mengungkapkan, sebelum masuk Islam, dirinya ingin sekali semua orang masuk agamanya terdahulu. Namun, pertanyaan demi pertanyaan timbul ketika teman sekamarnya di bangku kuliah berpindah keyakinan dan memeluk agama Islam.

Seiring berjalannya waktu, pertanyaan demi pertanyaan yang disimpannya terjawab ketika berdiskusi dengan seorang teman Muslim. Dari situ dia kembali membedah isi kitab agamanya sebelumnya secara keseluruhan.

Baca juga: Gagal Bakar Alquran, Pemuka Agama Ini Mantap Jadi Mualaf 

"Akhirnya saya pelajari lagi dan belajar dua tahun mengenai itu. Setelah itu, baru saya terbuka, saya jadi mengerti isi kitab secara keseluruhan, tidak sepotong-sepotong," kata Fransisca, seperti dikutip dari kanal YouTube Ngaji Cerdas, Kamis (23/12/2021).

Keyakinannya untuk hijrah makin kuat ketika mengantarkan anak-anaknya merayakan hari raya di rumah ibadahnya. Saat itu dia membaca sejarah perayaan hari raya tersebut di sebuah mading di rumah ibadah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Makin mantap dengan isi hatinya, Fransisca mengaku mengucapkan dua kalimat syahadat untuk pertama kalinya ketika dalam perjalanan di atas motor. Ketika itu dirinya merasa sedih dan menangis.

"Saya sedih. Yaa Allah, saya menyembah apa ya selama ini? Saya usia 40 tahun saat itu. Saya naik motor. Di motor saya enggak tahan. Saya hijrah di situ. Saya mengucapkan kalimat syahadat pertama kali di motor, dalam keadaan menangis," ujarnya.

Baca juga: Bule Tampan Ini Jadi Mualaf Usai Takjub Baca Alquran yang Diselipkan Ibunya di Ransel 

"Setelah saya hijrah, saya baru mengetahui hanya agama Islam yang menyembah Allah satu-satunya Tuhan. Tidak ada agama lain lagi. Itu sebabnya saya memilih masuk Islam. Allah yang saya sembah, ya benar-benar Lailahaillallah, tidak ada Tuhan selain Allah," bebernya.

Tentunya dalam proses berpindah keyakinan ini tidak selalu mudah. Dia sempat ditentang keluarga, bahkan hingga diusir.

"Diusir, pergi sendirian, dipisahkan sama anak, itu hal yang wajar. Tetapi yang terberat adalah waktu anak-anak tidak boleh ikut saya," ujarnya.

Baca juga: 10 Artis Korea Beragama Islam, Nomor 1 Jadi Mualaf Usai Mengunjungi Indonesia 

Namun, dia menyadari bahwa itu adalah reaksi yang wajar dari keluarga ketika salah satu anggotanya memutuskan untuk berpindah keyakinan.

"Islam itu adalah agama yang sangat menakjubkan. Dalam agama Islam itu diatur setiap hal, bahkan ketika kamu membuka mata pagi-pagi, sampai kamu tutup mata, tidur lagi," pungkasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini