Share

Jadi Mualaf, Gadis Cantik Mantan Ateis Ini Alami Banyak Keajaiban ketika Pakai Hijab

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Minggu 26 Desember 2021 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 25 621 2522627 jadi-mualaf-gadis-cantik-mantan-ateis-ini-alami-banyak-keajaiban-ketika-pakai-hijab-ysB6uYLh4h.jpg Kisah Aisha Rosalie mantap jadi mualaf usai coba-coba kenakan hijab. (Foto: YouTube Ayatuna Ambassador)

INILAH kisah mualaf mantan penganut ateis bernama Aisha Rosalie. Gadis cantik asal Inggris itu awalnya tidak memercayai adanya Tuhan, tapi atas kuasa Allah Subhanahu wa ta'ala mendapat hidayah Islam saat berkunjung ke Kota Istanbul, Turki.

Kisah mualaf ini bermula ketika Aisha Rosalie berlibur dan mengelilingi tempat-tempat ikonik di Turki. Saat akan pergi ke Masjid Biru, atau dikenal Masjid Sultan Ahmet, ia mempersiapkan diri dengan membeli hijab di sebuah toko kecil.

Baca juga: Kisah Haru Putri Raja Bali Jadi Mualaf, ketika Wafat Mengeluarkan Asap Harum 

Sang pedagang memberikan hijab instan agar mudah dipakai Aisha dalam melakukan perjalanan. Tapi siapa sangka, rupanya hijab instan berwarna merah muda itulah yang membuatnya menjadi mualaf. Bahkan, hijab tersebut menjadi hijab yang sangat spesial bagi Aisha.

"Di Turki ada namanya Masjid Biru. Saya ingin ke sana, tapi saya ingin membeli hijab dulu. Jadi, saya pergi ke toko kecil dan menceritakan kepada pedagangnya tentang keadaan saya. Dia memberikan saya hijab yang mudah dipakai, yaitu yang saya sedang pakai saat ini. Hijab ini sangat spesial bagi saya karena hijab ini yang saya pakai ketika masuk Islam," ungkap Aisha Rosalie, seperti dinukil dari kanal YouTube Ayatuna Ambassador, Ahad (26/12/2021).

Kisah Aisha Rosalie mantap jadi mualaf usai coba-coba kenakan hijab. (Foto: YouTube Ayatuna Ambassador)

Mulanya dia tidak mau mengenakan hijab tersebut saat kembali ke hostel. Dia pun tampil dengan rambut pirangnya saat bersinggah ke Kafe Nero untuk bersantai sejenak. Kemudian, dia pergi ke toilet dan membuka bungkus hijab yang baru saja dibeli, niatnya untuk mencoba hijab tersebut. Meski terlihat mudah dipakai, Aisha tetap saja merasa kesulitan saat mengenakannya.

Ketika coba memakai hijab merah muda itu, Aisha menatap dirinya di cermin. Dia merasa hijab tersebut sangat cocok dan memutuskan memakainya saat keluar dari kafe. Bukan untuk melengkapi outfit-nya, Aisha hanya ingin memakai hijab tersebut.

Baca juga: Kisah Mualaf Mantan Aktivis Rumah Ibadah, Berawal Baca Sejarah Hari Raya di Mading 

Kemudian dia memulai perjalanannya ke Masjid Biru. Perjalanan itu membutuhkan waktu sekira 1,5 jam apabila berjalan kaki dari hostelnya. Di tengah perjalanan, Aisha berhenti sejenak untuk membeli sebuah tasbih. Pasalnya, dia sering melihat warga Istanbul menggunakan benda tersebut. Ia pun mencari tahu bagaimana cara menggunakan tasbih dan berlatih sepanjang perjalanan.

"Di tengah perjalanan, saya memutuskan berhenti dan membeli sebuah tasbih, karena ketika di Istanbul saya sering melihat orang memakai itu. Harganya sangat murah, sekira 10 ribu, dan saya cari tahu cara menggunakannya. 'Oh baik Subhanallah' dan tentu saya tidak tahu cara pengucapannya jadi seperti, 'Sub ba ha nallah' lalu 'Alhamdulillah' dan 'Allahuakbar'. Saya latihan sepanjang jalan di dalam kantong saya dengan melakukannya 33 kali masing-masing kalimat tersebut," ujar Aisha.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Merasa gugup saat masuk ke masjid karena bukan sebagai Muslimah, Aisha sempat memikirkan hal yang macam-macam. Dia takut orang-orang menegurnya dan merasa malu karena tidak mengerti apa-apa. Dia pun tidak pergi ke tempat sholat lantaran tidak tahu bagaimana caranya sholat.

Akhirnya, Aisha memutuskan duduk di lantai dan menggunakan tasbih barunya di sana. Selama 1 jam berdiam diri, ia malah merasakan sebuah kenyamanan dan kedamaian dalam dirinya.

"Saya tidak pergi ke tempat orang sholat karena saya tidak tahu cara sholat. Jadi, saya putuskan untuk duduk di lantai dan memutar tasbih saya. Saya duduk sekira 1 jam dan menikmati saat berada di sana. Rasanya begitu damai," ungkapnya.

Baca juga: 13 Tahun Jadi Pemuka Agama, Henrico Ucap Syahadat Usai Yakini Tuhan Itu Satu 

Ketika hendak pulang, Aisha mendengar suara azan. Dia masih ingat betul suara nyaring dari Masjid Biru itu. Sementara tepat di seberangnya terdapat masjid juga yang sedang mengumandakan azan. Aisha yang tengah berada di tengah-tengah kedua masjid tersebut merasa takjub dengan suara azan. Bahkan, dia sampai menghentikan perjalanannya demi mendengarkan suara itu.

Saat azan berhenti, dia pun hendak kembali berjalan menuju hostel. Namun, tiba-tiba ponsel Aisha mati. Dia pun sempat merasa panik karena tak tahu arah jalan pulang. Tidak lama kemudian, dia terdiam dan berpikir untuk tenang.

Ia pun menyimpan ponselnya dan menggantinya dengan memegang tasbih dan kembali berzikir. Lalu mendadak Aisha menemukan jalannya kembali untuk ke hostel. Dia begitu takjub saat itu. Bahkan, sesampainya di hotel, Aisha langsung mengambil Alquran terjemahan dan mulai membacanya.

"Begitu azan berhenti, handphone saya yang memiliki baterai sekitar 50 persen tiba-tiba mati. Padahal saya sedang mencari arah jalan pulang. Saya pun tersesat dan sedikit panik. Saya pun berhenti dan berpikir, 'Ah tidak apa-apa.' Saya pun memasukkan handphone saya ke kantong dan mengeluarkan tasbih saya."

Baca juga: Gagal Bakar Alquran, Pemuka Agama Ini Mantap Jadi Mualaf 

"Saya kembali melakukan hal tadi, 'Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar,' dan akhirnya saya menemukan jalan kembali ke hostel, alhamdulillah. Sampai di hostel, saya ambil terjemahan Alquran dan mulai membacanya," ucap Aisha.

Sejak saat itu, Aisha sempat melepas hijabnya beberapa kali karena merasa bukan Muslimah. Namun, dia menemukan kenyamanan saat memakai hijab. Dia juga merasa bahwa ajaran berpakaian dalam Islam tampak baik karena menunjukkan kerendahan hati tanpa perlu memamerkan bentuk tubuhnya. Hal itu membuatnya menjadi lebih sopan dan tampil sederhana.

Akhirnya, Aisha memutuskan memakai hijab dan terus belajar agama Islam melalui video-video di YouTube. Dia telah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan bersyahadat sebelum selesai membaca Alquran.

Menurutnya, tidak mungkin seseorang memeluk suatu agama tanpa membaca dan memahami isi kitabnya. Sehingga, dia pun terus menonton ceramah, belajar, membaca Alquran, dan buku-buku panduan Islam lainnya.

Baca juga: Bule Tampan Ini Jadi Mualaf Usai Takjub Baca Alquran yang Diselipkan Ibunya di Ransel 

Setelah selesai membaca Alquran, Aisha memutuskan mengucapkan kalimat syahadat sendiri di ruang tamunya pada malam hari dengan Allah Subhanahu wa ta'ala sebagai saksinya. Sejak saat itulah Aisha menjadi seorang mualaf.

Aisha benar-benar tidak menyangka bahwa hal ini bisa terjadi dalam hidupnya. Menurut dia, mungkin ini adalah takdirnya menjadi wanita pilihan Allah Subhanahu wa ta'ala untuk menjadi seorang Muslimah yang taat.

Baca juga: 10 Artis Korea Beragama Islam, Nomor 1 Jadi Mualaf Usai Mengunjungi Indonesia 

"Itu terjadi begitu saja tidak saya rencanakan. Meski sudah belajar, saya tidak akan mengira itu akan terjadi. Mungkin itu adalah kuasa-Nya untuk memilih wanita seperti saya dan menjadikannya Muslimah. Alhamdulillah," pungkasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini