Share

Perempuan Mau Menikah tapi Ayahnya Sudah Meninggal, Ini Solusinya Kata Ustadz Khalid Basalamah

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 330 2530527 perempuan-mau-menikah-tapi-ayahnya-sudah-meninggal-ini-solusinya-kata-ustadz-khalid-basalamah-cLi4zBuLK8.jpg Ustadz Dr Khalid Basalamah Lc MA. (Foto: YouTube Lentera Islam)

USTADZ Dr Khalid Basalamah Lc MA mengatakan, apabila seorang perempuan ingin menikah, maka ayahnyalah yang wajib menjadi wali. Tapi bagaimana jika sang ayah sudah meninggal dunia sehingga tidak bisa menjadi wali nikah?

Lalu jika wali nikah dari pihak ayah tidak ada, apakah bisa digantikan dari anggota keluarga ibu?

Baca juga: Tren Boneka Arwah, Ustadz Khalid Basalamah: Tidak Ada Manfaat Sama Sekali 

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, dalam hukum Islam pada suatu pernikahan, wali yang berhak untuk anak perempuan adalah dari ayah. Akan tetapi jika ayah sudah tiada, keluarga dari pihak ayahlah yang berhak.

"Pernikahan walinya itu ada di ayah dan saudara-saudaranya ayah, keluarga ayah," terangnya, dikutip dari kanal YouTube Khalid Basalamah Official, Selasa (11/1/2022).

Lebih lanjut ia menerangkan, apabila dari pihak ibu atau keluarga menggantikan sebagai wali, hukumnya tidak sah. Sebab, nasab seorang anak yang berhak menjadi wali adalah dari pihak ayah.

Baca juga: Wanita Jangan Makan Ini, Ustadz dr Zaidul Akbar Sebut Bisa Ganggu Menstruasi 

"Ibu enggak ada hubungannya dengan ini," ujar Ustadz Khalid Basalamah.

"Anda boleh minta didoakan oleh ibu, tapi bukan ibu yang mengizinkan menikah, sehingga ibu yang menunjuk walinya, itu tidak bisa," tambahnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ustadz Khalid Basalamah menegaskan, apabila ayah tidak ada atau meninggal dunia, maka keluarga dari ayah seperti paman yang berhak menjadi wali nikah seorang perempuan. Tapi apabila dari pihak ayah tidak bersedia, mereka bisa menunjuk yang lainnya.

Sementara itu dilansir dari laman resmi Kementerian Agama Sumatera Barat (Kemenag Sumbar), keberadaan seorang wali dalam akad nikah adalah suatu yang mesti dan tidak sah akad perkawinan yang tidak dilakukan oleh wali.

Baca juga: Abu Nawas Punya Cara Jitu Atasi Ibu-Ibu Rebutan Bayi: Dibelah Saja Jadi Dua Bagian 

Baca juga: Kisah Pemuka Agama Masuk Islam karena Bingung dengan Surat Al Ikhlas 

Wali ditempatkan sebagai rukun dalam perkawinan, menurut kesepakatan ulama adalah prinsip. Dalam akad perkawinan itu sendiri wali dapat berkedudukan sebagai orang yang bertindak atas nama mempelai perempuan dan dapat pula sebagai orang yang diminta persetujuannya untuk kelangsungan perkawinan tersebut.

Maka pengertian wali yang dimaksud secara umum adalah seseorang yang karena kedudukannya berwenang untuk bertindak terhadap dan atas nama orang lain. Artinya dalam pernikahan, wali itu adalah seorang yang bertindak atas nama mempelai perempuan dalam suatu akad nikah.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini