Share

Kisah Waliyullah Syekh Abdul Muhyi Pamijahan Bermukim di Gua dan Mengislamkan Penduduk Desa

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Jum'at 21 Januari 2022 09:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 614 2535524 kisah-waliyullah-syekh-abdul-muhyi-pamijahan-bermukim-di-gua-dan-mengislamkan-penduduk-desa-n0jcOgRMC0.jpg Ilustrasi kisah waliyullah Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. (Foto: YouTube Kang Man)

SYEKH Abdul Muhyi diyakini oleh warga Pamijahan, Tasikmalaya, Jawa Barat, sebagai seorang waliyullah berkat karomah yang diberikan Allah Subhanahu wa ta'ala kepada beliau. Lahir dari keluarga bangsawan, Syekh Abdul Muhyi Pamijahan sejak kecil selalu mendapat pendidikan agama yang baik dari orangtua maupun para ulama.

Sekadar diketahui, ayah dari Syekh Abdul Muhyi Pamijahan sendiri merupakan keturunan Raja Galuh (Pajajaran) yang bernama Sembah Lebe Warta Kusumah. Demikian dikutip dari kanal YouTube Riyo Fulana, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Kisah Sopir di Malang Jadi Waliyullah, Punya Ponpes dan Ribuan Santri 

Ketika usianya menginjak 19 tahun, Syekh Abdul Muhyi memutuskan merantau ke Aceh dan berguru kepada Syekh Abdul Rauf Singkil bin Abdul Jabar, seorang ulama Sufi dan guru Tarekat Syattariah. Selama enam tahun lamanya ia mempelajari pendidikan, khususnya agama Islam.

Usai menimba ilmu di Aceh, Syekh Abdul Muhyi bersama teman-temannya seperguruan dibawa oleh seorang guru ke Baghdad, Irak, untuk memperdalam ilmu agama dan berziarah ke makam Syekh Abdul Qadir Jailani.

Perjalanan beliau mendalami agama Islam tidak berhenti sampai di situ. Syekh Abdul Muhyi pun menyambangi Makkah untuk menunaikan ibadah haji sekaligus mempelajari lagi ilmu agama Islam.

Saat berada di Makkah, Syekh Abdul Muhyi mendapat ilham lewat mimpi yang tentang kewalian dan keistimewaan yang akan diterimanya. Dalam mimpi tersebut, beliau diperintahkan pulang ke tanah Jawa dan pergi ke sebuah gua. Setelah ibadah haji diselesaikan, Syekh Abdul Muhyi kembali ke Jawa dan menikah.

Baca juga: Kisah Kakek Tukang Sapu Pasar Ternyata Waliyullah, Bisa Berada di 3 Tempat Jauh dalam Waktu Bersamaan 

Suatu ketika ia teringat lagi dengan mimpinya yang diminta untuk mencari gua. Syekh Abdul Muhyi lantas berangkat ke arah barat bersama sang istri. Sampailah mereka di daerah bernama Darma Kuningan dan memilih tinggal selama beberapa tahun.

Mendengar Syekh Abdul Muhyi kini menetap di Darma Kuningan, orangtuanya kemudian memutuskan ikut tinggal di sana.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tujuan Syekh Abdul Muhyi memang mencari gua, namun juga membina para penduduk. Usaha demi usaha beliau lakukan untuk mencari gua yang dituju, tapi tidak kunjung menemukan hasil.

Syekh Abdul Muhyi lalu berpamitan dengan penduduk desa, dan melanjutkan perjalanannya mencari gua. Perjalanan panjang telah ditempuh, hingga tibalah Syekh Abdul Muhyi di Pamengpeuk, Garut Selatan.

Baca juga: 8 Sunah di Hari Jumat Miliki Pahala Besar, Salah Satunya Tidak Memeluk Lutut ketika Simak Khotbah 

Kembali Syekh Abdul Muhyi tidak hanya fokus mencari gua, tapi juga mengajarkan agama Islam. Namun beliau melakukannya dengan hati-hati, karena penduduk setempat saat itu masih memeluk agama nenek moyang.

Satu tahun berlalu, sang ayah pun meninggal dunia. Sembah lebe Warta Kusumah dimakamkan di Kampung Dukuh. Sesaat usai ayahnya dimakamkan, Syekh Abdul Muhyi melanjutkan lagi perjalanan mencari gua ke Batu Wangi hingga Lebaksiu.

Di Lebaksiu, beliau sempat bermukim selama empat tahun. Kala itu Syekh Abdul Muhyi sangat berjasa mengislamkan penduduk yang sebelumnya beragam nenek moyang. Konon, keberhasilan beliau melakukan dakwah Islam karena memiliki kemampuan mengalahkan aliran hitam.

Syekh Abdul Muhyi juga mendirikan masjid di daerah itu yang digunakan untuk memberikan pengajian.

Baca juga: Abu Nawas Jadi Tabib Dadakan Sembuhkan Pangeran: Obatnya Kawinkan sama Gadis Desa 

Setelah empat tahun menetap di Lebaksiu, Syekh Abdul Muhyi akhirnya menemukan gua yang selama ini dicari. Gua tersebut kini dikenal sebagai Gua Safarwadi di daerah Pamijahan, Tasikmalaya.

Gua yang terkenal juga dengan nama Gua Pamijahan ini merupakan warisan dari Syekh Abdul Qadir Jailani yang hidup lebih dari 200 tahun. Di gua inilah Syekh Abdul Qadir Jailani pernah menerima ijazah ilmu agama dari gurunya yang bernama Imam Sanusi.

Syekh Abdul Muhyi bersama keluarga dan para santri memutuskan bermukim di gua itu. Selain mendidik para santri, Syekh Abdul Muhyi juga menempuh jalan tarekat.

Sekian lama Syekh Abdul Muhyi mendidik para santri di dalam gua, beliau lantas mulai menyebarkan agama Islam di perkampungan penduduk. Sampai akhirnya, ia tiba di salah satu perkampungan yang terletak di kaki gunung bernama Kampung Bojong.

Baca juga: Alquran Surat Yasin Ayat 1-83: Tulisan Arab, Latin, Arti, Beserta Keutamaannya 

Usai menetap di Bojong, atas petunjuk dari Allah Subhanahu wa ta'ala, Syekh Abdul Muhyi bersama para santri pindah ke daerah Safarwadi. Beliau pun membangun masjid dan rumah sebagai tempat tinggal sampai akhir hayatnya.

Semasa hidup, Syekh Abdul Muhyi menyebarkan agama Islam mengunakan metode Tharekat Nabawiah yaitu dengan akhlak yang luhur disertai teladan yang baik.

Dilansir Sindonews, berdasarkan kitab Istigal Tareqat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah, terdapat beberapa kisah karomah luar biasa yang dimiliki oleh Syekh Abdul Muhyi.

Misalnya saja saat seseorang datang menemui Syekh Abdul Muhyi dengan membawa istrinya yang buta setelah melahirkan. Ia meminta tolong Syekh agar dibantu untuk sembuh. Syekh Abdul Muhyi mengajak mereka berzikir, membaca kalimat tahlil sebanyak 165 kali di masjid. Benar saja, tidak berapa lama wanita buta itu kembali pulih.

Baca juga: Surat Al Kahfi Ayat 1-110 Lengkap Tulisan Arab, Terjemahan Latin, serta Artinya 

Ada pula saat Syekh Abdul Muhyi mengalahkan dua tukang sihir sakti. Uniknya, dua penyihir itu justru berbalik menjadi murid beliau usah dikalahkan. Sosok Syekh Abdul Muhyi bukan hanya ahli dalam ilmu agama Islam dan juga seni baca Alquran. Beliau juga memahami betul ilmu kedokteran, hisab, hingga pertanian.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini