Imam An-Nawawi menyebutkan riwayat Ibnus Sinni dari Uqbah (Urwah) bin Amir Al-Juhani radhiyallahu anhu bercerita, suatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ditanya perihal pertanda buruk.
Baca juga: 7 Kuliner Halal dan Lezat Khas Rusia, Muslim Travelers Wajib Dicoba!
Baca juga: Simak! 5 Amalan Bulan Syaban Beserta Keistimewaannya yang Luar Biasa Besar
Beliau menjawab, "Paling benarnya adalah pertanda baik. Sedang pertanda buruk tidak dapat menolak seorang Muslim. Kalau kalian melihat pertanda (buruk) yang kalian tidak sukai, hendaklah membaca, 'Allahumma la ya'ti bil hasanati illa anta, wa la yadzhabu bis sayyi'ati illa anta, wa la hawla wa la quwwata illa billahi'." (An-Nawawi, Al-Adzkar, (Kairo, Darul Hadits: 2003 M/1424 H), halaman 300).
Dalam hadis tersebut, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menegaskan bahwa sebuah pertanda buruk tidak dapat menolak atau membelokkan dari maksud baik seorang Muslim. Wallahu a'lam bissawab.
(Hantoro)