Share

Gara-Gara Lewat Masjid dan Dengar Salawat Badar, Ibu Ini Mantap Jadi Mualaf

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Senin 14 Maret 2022 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 14 621 2561219 gara-gara-lewat-masjid-dan-dengar-salawat-badar-ibu-ini-mantap-jadi-mualaf-wEkEsJxGBu.jpg Kisah Ibu Siti Sarah mantap jadi mualaf usai dengar salawat badar di Masjid Lautze. (Foto: YouTube Ngaji Cerdas)

SEBAGIAN orang mungkin diberikan kemudahan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dalam menemukan kebenaran dalam ajaran agama Islam hingga menjadi mualaf. Tapi, ada pula orang-orang yang harus melalui pencarian begitu lama dan cukup membingungkan selama betahun-tahun.

Hal ini pernah dirasakan oleh seorang mualaf bernama Siti Sarah. Perjalanan Ibu Siti Sarah dalam mendapat hidayah Islam bisa dibilang cukup panjang.

Baca juga: Berkat Konsep "Innalillahi wa Innailaihi Rojiun", Pria Ini Sukses Punya Banyak Bisnis dan Properti 

Ia terlahir di keluarga yang taat menganut sebuah agama. Meski begitu, hati ibu ini tidak lantas sepenuhnya meyakini agama tersebut. Dia bahkan pernah berpindah agama ketika remaja. Namun tetap saja, agama tersebut juga ternyata tidak mampu membuatnya tenang.

Siti Sarah mengaku selama masa pencarian jati diri, dia sempat bolak-balik antara dua agama. Namun, kedua agama itu tidak kunjung memberikannya ketenangan jiwa.

Bukannya tidak berusaha, beberapa kali Siti Sarah mencari tahu tafsiran ayat dalam kitab agamanya kala itu. Tapi, dia tetap tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Saat itu Siti Sarah tidak diperbolehkan masuk ke dalam ajaran agama Islam. Dia sendiri tidak paham apa alasannya.

"Di awal saya enggak punya pandangan apa-apa tentang Islam. Hanya tahunya saya enggak boleh masuk agama Islam," ujar Siti Sarah dalam tayangan di kanal YouTube Ngaji Cerdas.

Jika Allah Subhanahu wa ta'ala sudah menetapkan hidayah Islam kepada seseorang, tidak ada yang bisa menghalangi. Allah Ta'ala akhirnya menggerakan hati Siti Sarah ketika sedang melewati sebuah masjid di kawasan Jakarta Pusat.

"Jadi saya dulu sempat lewat Masjid Lautze di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Itu mereka lagi salawat badar. Masya Allah, saya enggak tahu kenapa pokoknya waktu lewat situ saya menangis," ceritanya.

Baca juga: Masih Bolehkah Pakai Label Halal yang Lama? Ini Kata Kemenag 

Bagi Siti Sarah, salawat badar benar-benar menyentuh perasannya. Dia sempat berpikir mungkin ajaran Islam-lah yang selama ini dicari. Namun, hatinya kala itu belum sepenuhnya yakin.

"Saya ingin merasa ketenangan jiwa, damai, tenteram, tiap lewat masjid ini dapat gitu. Tapi saya enggak pernah menemukan rasa ini sebelumnya. Saya sempat berdebat sama diri saya sendiri, mungkin ini kebetulan," ujar Siti Sarah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sejak saat itu dia beberapa kali menghampiri masjid tersebut dan ingin sekali masuk ke sana. Pikiran akan dosa-dosa yang telah diperbuat membuat Siti Sarah tidak yakin apakah dirinya bisa masuk ke dalam tempat suci itu.

"Tapi di situ ada ustadz yang bilang, dalam Islam, Allah tidak melihat saya sebagai pendosa. Allah telah menutup semua aib kita. Allah bahkan memnaggil kita datang pada-Nya untuk bertobat. Belum terlambat katanya untuk jadi lebih baik," kata Siti Sarang mengenang ucapan sang ustadz.

Baca juga: Viral Nikah Beda Agama di Semarang, Buya Yahya: Tidak Sah dan Hukumnya Zina 

Hatinya makin yakin dengan ajaran agama Islam. Meski begitu, dirinya merasa masih perlu mempelajari lebih jauh. Salah satu hal yang menyentil hati Siti Sarah adalah ketika mendapat ceramah tentang kematian.

Siti Sarah tidak ingin jika kelak kematian menjemput secara tiba-tiba. Dirinya belum mempersiapkan apa-apa. Keputusannya makin mantap untuk memeluk Islam. Siti Sarah pun mendapat arahan terlebih dahulu dari keluarga salah seorang temannya yang juga mualaf.

Ayah dari temannya menegaskan kepada Siti Sarah bahwa dirinya harus benar-benar yakin jika ingin memeluk Islam. Sebab jika kelak Siti Sarah murtad, dosa besar akan membuntutinya.

Baca juga: Dalil Ziarah Kubur, Ini Keutamaan Luar Biasa Mengetahuinya 

Hal itu tidak membuatnya gentar dan justru makin yakin. Akhirnya Siti Sarah mengucap dua kalimat syahadat di depan seorang habib pada Maret 2021. "Perasaan saya campur aduk. Paling utama, saya bahagia," ungkapnya.

Ibu keturunan Tionghoa ini sekarang merasa beban yang selama ini dipikul telah hilang. Terlebih lagi kedamaian yang dicari pun telah ditemukan.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini