Share

Hukum Mempercayai USG dalam Islam

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 16 Maret 2022 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 16 614 2562358 hukum-mempercayai-usg-dalam-islam-dZKWc7xFx8.jpg Hukum Mempercayai USG dalam Islam (Foto: Freepik)

HUKUM mempercayai USG dalam Islam belum banyak diketahui oleh umat Muslim. USG atau ultrasonografi merupakan teknologi canggih yang mampu memberikan gambaran kondisi bayi di dalam rahim.

Hadirnya teknologi ini patut disyukuri karena dapat membantu sang ibu agar bisa melakukan persiapan lebih baik. Akan tetapi bagaimanakah Islam memandang hal ini?

Melansir situs Muhammadiyah, Selasa (15/3/2022), hanya Allah Subhanahu wa ta'ala yang tahu dengan pasti kapan seseorang meninggal dunia, di bumi mana ia akan dikubur, termasuk apa saja yang terdapat dalam rahim seorang ibu. Tentu saja, selain Allah tidak ada yang bisa mengetahuinya dengan pasti.

Hukum Mempercayai USG

(Hukum Mempercayai USG, Foto: Freepik)

Sebagaimana Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan melihat apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat melihat (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat melihat di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. ” (QS. Luqman: 34).

BACA JUGA : Stunting Bisa Dicegah sejak Masa Kehamilan dengan Rutin USG

Dalam surat lain dikatakan, "Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya." (QS. Ar-Ra'd: 8).

BACA JUGA : Viral Foto USG Bayi Acungkan Jari Tengah, Serasa Ucapkan 'Goodbye 2020'!

Dengan begitu, pengetahuan manusia hanya mencapai tingkat ‘prakiraan’ yang masih perlu dibuktikan kebenarannya. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta alat-alat canggih, diperkirakan dan memperkirakan sesuatu dari pengetahuan manusia hanyalah bersifat relatif (nisbi), dan tidak sampai kebenaran mutlak.

Seandainya manusia mengadakan penelitian tentang apa yang diharapkan dan mendapatkan kebenaran, maka kebenaran itu hanyalah kebenaran relatif. Oleh karenanya mempercayai hasil USG secara mutlak adalah tindakan yang tidak benar.

Allah subhanahu wa ta’ala pernyataan dalam firman-Nya bahwa kebenaran mutlak itu hanya ada pada Allah. “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (QS. al-Baqarah: 147)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini