Share

Buya Yahya Ungkap Hukum Tradisi Ruwahan Jelang Ramadan Menurut Syariat

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2022 08:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 30 330 2570097 buya-yahya-ungkap-hukum-tradisi-ruwahan-jelang-ramadan-menurut-syariat-zIXYZ8WAEp.jpg Buya Yahya. (Foto: Dok YouTube Al Bahjah TV)

BULAN Ramadan sangat dinantikan kaums Muslim di dunia. Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk umat Islam pun selalu menunjukkan antusias tinggi jelang bulan puasa ini.

Budaya yang beragam di Tanah Air membuat masyarakat menyambut bulan Ramadan dengan cara masing-masing. Sebagian memilih menggelar tradisi ruwahan.

Baca juga: Humor Abu Nawas: Diusir dari Kampung Cuma Gara-Gara Raja Bermimpi, Kok Bisa? 

Tradisi ini umumnya dilakukan bersama keluarga maupun kerabat terdekat untuk mendoakan ruh orang-orang terkasih. Pada akhir acara pun akan ditutup dengan makan bersama.

Lantas, bagaimana hukum tradisi mendoakan ruh orang-orang pendahulu yang sering diadakan menjelang momen puasa ini?

Menurut KH Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya, pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon, hal ini boleh dilakukan hanya saja perlu diingat lagi 'ruh' seperti apa yang dimaksud.

Baca juga: Bacaan Surat Yasin Lengkap 83 Ayat, Raih Faedah Luar Biasa Besar Ini 

Jika definisi dari ruh tersebut adalah orang-orang beriman yang sudah lebih dulu pergi lalu dilantunkan doa, tidak ada larangan untuk ini.

"Ingat ya, maksudnya mendoakan orang-orang yang telah mendahului kita dari ahli iman, tidak ada masalah. Kalau ada kesalahan mungkin telah disebut sesuatu ruh-ruh yang tidak jelas apa ruhnya, itu tinggal dihilangkan" ujar Buya Yahya, dikutip dari kanal YouTube Al Bahjah TV, Rabu (30/3/2022).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Seperti sudah dijelaskan, tradisi ruwahan menghadirkan keluarga atau kerabat untuk berkumpul dan makan bersama. Bagi Buya Yahya, kegiatan ini baik untuk menjalin tali silaturahim serta menunjukkan indahnya berbagi.

"Yang hidup menjalin silaturahim, saling memberi, tukar-menukar makanan, itu suasana indah," ucap Buya Yahya.

Baca juga: Bacaan Zikir Pagi Hari Ini, Rabu 30 Maret 2022M/27 Syaban 1443H 

Ia menegaskan bahwa selama perkumpulan ruwahan tidak melenceng dari ajaran agama Islam, masyarakat bisa menjalankan tradisi tersebut.

"Selagi perkumpulan itu masih bisa diarahklan sesuai syariat, lanjutkan. Itu tradisi yang baik," tuturnya. Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Rabu 30 Maret 2022M/27 Syaban 1443H 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini