Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan Lengkap Bacaan Doanya

Hantoro , Jurnalis-Senin, 23 Mei 2022 |20:10 WIB
Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan Lengkap Bacaan Doanya
Ilustrasi tata cara sholat jenazah perempuan. (Foto: Istimewa/Sindonews)
A
A
A

4. Tempat sholat jenazah

Sholat jenazah lebih utama dilakukan di luar masjid. Sebagaimana yang umum dilakukan di zaman Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wassallam. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ ، خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ ، وَكَبَّرَ أَرْبَعًا

"Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam mengumumkan kematian An Najasyi di hari ia wafat. Kemudian beliau keluar ke lapangan lalu menyusun shaf untuk sholat, kemudian bertakbir empat kali." (HR Bukhari Nomor 1245)

Namun, boleh juga dikerjakan di dalam masjid. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

وَاللهِ مَا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى سُهَيْلِ بْنِ بَيْضَاءَ وَأَخِيْهِ إِلَّا فِي الْمَسْجِدِ

"Demi, Allah! Tidaklah Nabi Shallallahu’alaihi wassallam mensholatkan jenazah Suhail bin Baidha’ dan saudaranya (Sahl), kecuali di masjid." (HR Muslim Nomor 973)

Dibolehkan bagi orang yang belum sempat mensholatkan jenazah sebelum dikuburkan, lalu ia melakukan sholat jenazah di permakaman. Sebagaimana dalam riwayat dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma:

مَاتَ إِنْسَانٌ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ، فَمَاتَ بِاللَّيْلِ فَدَفَنُوهُ لَيْلًا، فَلَمَّا أَصْبَحَ أَخْبَرُوهُ فَقَالَ: «مَا مَنَعَكُمْ أَنْ تُعْلِمُونِي؟» قَالُوا: «كَانَ اللَّيْلُ فَكَرِهْنَا ـ وَكَانَتْ ظُلْمَةٌ ـ أَنْ نَشُقَّ عَلَيْكَ»، فَأَتَى قَبْرَهُ فَصَلَّى عَلَيْهِ

"Seseorang yang biasa dikunjungi Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam telah meninggal. Ia meninggal di malam hari, maka ia pun dikuburkan di malam hari. Ketika pagi hari tiba, para sahabat mengabarkan hal ini kepada Rasulullah. Beliau pun bersabda: 'Apa yang menghalangi kalian untuk segera memberitahukan aku?' Para sahabat menjawab: 'Ketika itu malam hari, kami tidak ingin mengganggumu wahai Rasulullah.' Maka beliau pun mendatangi kuburannya dan sholat jenazah di sana." (HR Bukhari Nomor 1247)

Demikian juga dalam riwayat Muslim:

انْتَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى قَبْرٍ رَطْبٍ؛ فَصَلَّى عَلَيْهِ وَصَفُّوا خَلْفَهُ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا

"Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam pernah berhenti di sebuah kuburan yang masih basah. Ia sholat (jenazah) di sana dan menyusun shaf untuk sholat. Beliau bertakbir empat kali." (HR Muslim Nomor 954)

5. Tata cara sholat jenazah

Pertama, niat sholat jenazah. Niat adalah amalan hati tidak perlu dilafalkan.

Kedua, takbir yang pertama. Lalu membaca ta’awwudz kemudian Surah Al Fatihah. Berdasarkan keumuman hadis:

لا صلاةَ لِمَن لم يقرأْ بفاتحةِ الكتابِ

"Tidak ada sholat yang tidak membaca Al Fatihah." (HR Bukhari Nomor 756, Muslim 394)

Kemudian riwayat dari Thalhah bin Abdillah bin Auf, ia berkata:

صليتُ خلفَ ابنِ عبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عنهما على جِنازة، فقرَأَ بفاتحةِ الكتابِ، قال: لِيَعْلموا أنَّها سُنَّةٌ

"Aku sholat bermakmum kepada Ibnu Abbas radhiallahu’anhu dalam sholat jenazah. Beliau membaca Al Fatihah. Beliau lalu berkata: 'Agar mereka tahu bahwa ini adalah sunah (Nabi)'." (HR Bukhari Nomor 1335)

Tidak perlu membaca doa istiftah/iftitah sebelum Surah Al Fatihah.

Ketiga, takbir yang kedua. Kemudian membaca salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam. Berdasarkan hadis dari Abu Umamah Al Bahili radhiallahu’anhu:

أنَّ السُّنَّةَ في الصَّلاةِ على الجِنازة أن يُكبِّرَ الإمامُ، ثم يقرأَ بفاتحةِ الكتابِ- بعدَ التكبيرة الأولى- سِرًّا في نفْسِه، ثم يُصلِّيَ على النبيِّ صلَّى الله عليه وسلَّم، ويُخلِصَ الدُّعاءَ للميِّت في التكبيراتِ، لا يقرأُ فى شىءٍ منهنَّ، ثم يُسلِّم

"Bahwa sunnah dalam shalat jenazah adalah imam bertakbir kemudian membaca Al Fatihah (setelah takbir pertama) secara sirr (lirih), kemudian bersalawat kepada Nabi Shallallahu’alaihi wassallam, kemudian berdoa untuk mayit setelah beberapa takbir. Kemudian setelah itu tidak membaca apa-apa lagi setelah itu. Kemudian salam." (HR Asy Syafi’i dalam Musnad-nya Nomor 588, Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra Nomor 7209, dishahihkan Al Albani dalam Ahkamul Janaiz nomor 155)

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement