Share

Kisah Mualaf Rapper Napoleon Mirip Umar bin Khattab, Dulu Benci tapi Kini Mencintai Islam

Ahmad Haidir, Jurnalis · Kamis 02 Juni 2022 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 02 621 2604076 kisah-mualaf-rapper-napoleon-mirip-umar-bin-khattab-dulu-benci-tapi-kini-mencintai-islam-WKfMTJGOEz.jpg Kisah mualaf rapper Mutah Napoleon Beale mirip Umar bin Khattab. (Foto: Instagram @mutahbeale)

INILAH kisah mualaf rapper asal Amerika Serikat bernama Napoleon. Ceritanya naik turun bak roller coaster dan sekilas mirip Umar bin Khattab, dahulu sangat membenci Islam tapi atas izin Allah Subhanahu wa ta'ala mendapat hidayah Islam. Kemudian sangat mencintai ajaran agama Islam.

Bagi pencinta musik rap era 1990-an mungkin tidak asing dengan grup Outlawz. Ini merupakan kelompok musik hip-hop beranggotakan tujuh orang yang dibentuk rapper Tupac Shakur yang begitu fenomenal kala itu.

Namun nasib berbeda dialami Tupac. Ia meninggal dunia ketika di puncak karier usai ditembak pada tahun 1996. Sejak itu salah satu anggota dari Outlawz yakni Napoleon yang akhirnya memimpin grup tersebut.

Napoleon yang memiliki nama asli Mutah Wassin Shabazz Beale ini pun memiliki persona yang tidak kalah menarik. Perjalanan hidupnya naik turun bak roller coaster, salah satunya adalah keputusannya menjadi mualaf yang inspiratif dan sekilas bahkan terasa mirip dengan khalifah Islam ternama dunia yakni Umar Bin Khattab.

Penasaran? Berikut MNC Portal sajikan rangkuman kisah mualaf Napoleon a.k.a. Mutah Beale, dikutip dari kanal YouTube OsmanLion.

Baca juga: Gara-Gara Nonton Film Malcolm X, Bule Amerika Ini Mantap Masuk Islam 

Masa Kecil

Sejatinya Napoleon adalah seorang muslim Afrika-Amerika yang terlahir dari kedua orangtua yang memeluk Islam. Namun peristiwa tragis terjadi menimpa ayah dan ibunya yang ditembak mati tepat di hadapannya saat Mutah masih berusia 3 tahun.

Awal Mula Bergabung dengan Outlawz

Kehidupan keras telah menjadi "makanan" sehari-hari Mutah. Nenek yang mengasuhnya bukanlah orang mampu. Hidup di tengah kemiskinan membuatnya dekat dengan dunia hitam seperti narkoba, namun beruntungnya dia sadar bahwa hal itu tidak baik. Pria tinggi besar tersebut akhirnya memilih rap untuk menyambung hidup.

"Jadi aku dibesarkan di lingkungan di mana aku melihat banyak orang di sekitarku terlibat dalam kegiatan di jalanan seperti menjual narkoba. Tetapi aku menyadari bahwa jika aku menempuh jalan sebagai pengedar narkoba, itu tidak baik untukku. Jadi yang aku mulai lakukan adalah menulis rap atau yang Anda sebut puisi," jelas Mutah.

Singkat cerita, tekad itu mulai mendatangkan hasil. Ia mendapatkan bayaran setiap kali nge-rap di jalanan. Seakan takdir, Mutah bertemu dengan Yaki Kadafi sahabat masa kecilnya yang ternyata merupakan saudara dari Tupac Shakur. Kedekatan pun terjalin di antara mereka hingga akhirnya Tupac menginisiasi berdirinya grup bernama Outlawz pada tahun 1995.

Baca juga: Kisah Mualaf Cantik Angelina, Dapat Hidayah Islam Setelah Coba Kenakan Hijab 

Jatuh Bangun Meniti Karier dan Menjalani Kehidupan

Naik-turun fase kehidupan benar-benar dirasakan Mutah. Sukses bersama Tupac Shakur dan Yaki Kadafi dalam grup musik Outlawz, baik sebelum dan sesudah kepergian dua sahabatnya itu, nyatanya tidak membuat pria yang sebagai rapper terkenal dengan nama Napoleon itu bahagia.

Mutah mendapat kemapanan hidup yang diperjuangkan dan inginkan, namun tidak dengan kebahagiaan. Hal itu membuatnya memilih mabuk-mabukan sebagai bentuk pelampiasan perasaan hampa yang dirasakan.

Singkat cerita kebiasaan mabuk-mabukan itu membuatnya hampir membunuh adiknya sendiri dalam sebuah perkelahian dalam kondisi tidak sadarkan diri, jika saja ia tidak dilerai oleh seorang produser musik yang kebetulan beragama Islam yakni Macau Camille. Keduanya pun akhirnya bersahabat.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sempat Islamophobia Sebelum Akhirnya Mualaf

Hubungan antara Mutah dan produser Muslim yang juga akrab disapa Mikal Kamil ini terus terjalin. Suatu waktu sang produser sukses membuat Napoleon dan grup Outlawz menjalin kerja sama dengan Seal, musisi kenamaan Inggris.

Nilai kontrak yang fantastis mereka dapatkan. Namun menariknya, Kamil meminta sahabatnya itu datang dan beribadah ke masjid sebagai imbalan.

Mutah yang merasa wajib membayar jasa Kamil pun mengikuti permintaan tersebut. Namun trauma masa kecil yang dialami membuat Mutah memilih mengajak kawanan sebanyak 20 orang. Ia bahkan membawa senjata api. Hal itu dilakukannya dengan alasan untuk berjaga-jaga.

"Orang-orang yang membunuh ayah dan ibuku mereka mengaku sebagai Muslim, jadi aku tumbuh dengan pola pikir negatif tentang Muslim. Dan orang ini (re: Kamil) memintaku untuk datang ke masjid, namun aku tidak punya pilihan. Jadi aku menelepon teman-temanku sekira 20 orang sambil membawa pistol yang terisi," bebernya mengenang masa lalu.

Betapa terkejutnya Mutah karena justru menjumpai ketenangan yang tidak pernah dirasakan sepanjang hidupnya. Manusia dari berbagai ras datang dengan damai dan bersatu untuk bersujud kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Hal itu mendorongnya justru berbalik arah untuk belajar tentang Islam. Sampai puncaknya dia pun memutuskan mualaf pada tahun 2001.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini