Share

Kisah Mualaf Bule Jerman, Takjub Isi Alquran hingga Cobaan Berat Masakan Babi di Keluarganya

Ratu Syra Quirinno, Jurnalis · Rabu 15 Juni 2022 09:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 15 621 2611764 kisah-mualaf-bule-jerman-takjub-isi-alquran-hingga-cobaan-berat-masakan-babi-di-keluarganya-BTDsVdD8UC.jpg Kisah mualaf Jerman bernama Edwin atau Sohaib. (Foto: YouTube Renung Kalbu)

PERJALANAN seorang mualaf sangat menarik dibahas dan bisa memberikan banyak inspirasi. Salah satunya dialmi bule Jerman bernama Edwin yang memeluk agama Islam setelah menjalani liburan musim panas.

Edwin yang mengganti namanya menjadi Sohaib setelah menjadi mualaf ini merupakan keturunan Rusia, tetapi lahir dan tinggal di Jerman. Dia menjadi seorang muslim ketika liburan musim panas, tepatnya setelah bulan Ramadhan.

Baca juga: Cerita Mualaf Doktor Jepang, Berkat Mahasiswa Indonesia hingga Terkesan Ibadah Puasa 

"Saya menjadi Muslim sejak empat tahun lalu. Saat ini usia saya 22 tahun. Inspirasi datang empat tahun lalu di liburan musim panas," kata Sohaib, dikutip dari kanal YouTube Renung Kalbu, Rabu (15/6/2022).

Sebelumnya dia mendengar rumor tidak enak tentang kaum Muslimin. Namun setelah dirinya memiliki teman-teman Muslim, ternyata mereka adalah orang yang sangat baik.

"Saya mendengar tentang 11 September dan hal-hal seperti terorisme, pengeboman, menembak orang. Kemudian saya bertemu orang-orang Muslim. Selama satu tahun saya ikut orang-orang untuk Jumatan, meskipun belum menjadi Muslim. Saya membaca Alquran," ungkapnya.

Kisah mualaf Jerman bernama Edwin atau Sohaib. (Foto: YouTube Renung Kalbu)

Sohaib mulai mengenal Islam saat liburan musim panas. Ketika itu temannya banyak bercerita tentang ajaran agama Islam. Hal ini membuatnya penasaran dan sangat ingin tahu.

"Saya ingin tahu sedikit dari seluruh penggalan Islam ini, jadi saya membaca Alquran. Saya datang, saya ingin belajar bagaimana orang menjalankan Islam sebelum saya memutuskan menjadi Muslim," ucapnya.

Baca juga: Cerita Mualaf Barbara, Dapat Hidayah Islam Setelah Terjemahkan Alquran ke Bahasa Prancis 

Sohaib membaca ayat-ayat suci Alquran dan menemukan keajaiban yang sebelumnya tidak pernah ditemui di bacaan sastra Jerman. Menurut dia, Alquran sangat luar biasa.

"Saya baca dan saya bertanya mengapa ini bukan hal yang hebat. Begitu banyak informasi dan semua seperti itu luar biasa. Saya tidak pernah mendengar cerita Jerman, puisi Jerman, seperti tidak ada yang menandingi Alquran," ujarnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Satu tahun kemudian, setelah bulan Ramadhan, saya ditanya apakah ingin ikut sholat ke masjid. Dia mengatakan, "Iya ingin menjadi Muslim." Tetapi, dia tidak tahu harus bagaimana.

"Ya apa yang harus saya lakukan? Saya pergi ke masjid dan menjadi Muslim, kemudian insya Allah saya mendapat berkah," tuturnya.

Baca juga: Gara-Gara Diberi Lumpia, Bule Cantik Atheis Ini Dapat Hidayah Islam dan Ucap Syahadat 

Setelah masuk Islam, dia memberi tahu hal tersebut kepada kepada kedua orangtuanya yang menganut komunis.

"Orangtuaku bukan Muslim, mereka dibesarkan sebagai komunis, tanpa agama, tanpa Tuhan," katanya.

Setelah menjadi Muslim, Sohaib pun mengikuti ajaran Islam. Dia tidak memakan babi, tidak minum alkohol, dan larangan lainnya.

Perjalanan Sohaib menjadi mualaf tidaklah mulus. Pasalnya, orangtuanya tidak mendukung keputusan ini. Ayahnya selalu memasak babi.

"Setelah saya masuk Islam, ayahku sengaja memasak babi selama dua tahun," tuturnya.

Baca juga: Kisah Cowok Australia Masuk Islam Setelah Pindah ke Rumah Baru di Seberang Masjid 

Namun hal tersebut tidaklah membuatnya menyerah dan putus asa. Sohaib yang masih sekolah pun terpaksa bekerja sepulang sekolah untuk membeli daging halal.

"Sepulang sekolah saya harus bekerja untuk membeli daging halal," ujarnya.

Hal ini berlangsung selama empat tahun. Hingga akhirnya sang ayah menerima Sohaib menjadi seorang Muslim.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini