Share

Hukum Berkurban di Luar Tempat Tinggal, Boleh atau Dilarang?

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 06 Juli 2022 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 330 2624620 hukum-berkurban-di-luar-tempat-tinggal-boleh-atau-dilarang-G1WknRLEqI.jpg Ilustrasi hukum berkurban di luar tempat tinggal. (Foto: Dok Okezone)

HUKUM berkurban di luar tempat tinggal sangat menarik dan penting diketahui kaum Muslimin. Berkurban adalah menghidupkan sunah, syiar Islam, dan memberikan keluasan kepada kaum Muslimin serta membantu mereka dalam hal makanan.

Dikutip dari Muhammadiyah.or.id, dalam mempertimbangan berkurban di daerah domisili atau kurban di daerah lain, dilihat mana yang lebih besar maslahatnya. Di antaranya, dengan melihat masyarakat mana yang lebih fakir dan butuh daging kurban.

Baca juga: Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban Sapi atau Kambing: Lengkap Bahasa Arab, Latin, Terjemahan Indonesia 

Pasalnya, sasaran yang dimaksudkan dalam penetapan hukum syari ini adalah kemaslahatan. Mana yang maslahatnya lebih besar, itulah yang dipilih. Terlebih lagi tidak ditemukannya dalil eksplisit (nash) yang membatasi kurban harus di daerah domisili, yang ditemukan adalah kurban untuk membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.

"Dari Salamah bin Al-Akwa' (diriwayatkan) dia berkata, 'Nabi Shallallahu alaihi wassallam bersabda: Barangsiapa di antara kamu menyembelih kurban, maka janganlah ada daging kurban yang masih tersisa dalam rumahnya setelah hari ketiga.' Tatkala pada tahun berikutnya, para sahabat bertanya: Wahai, Rasulullah! Apakah kita akan melakukan sebagaimana yang telah kita lakukan pada tahun lalu? Beliau menjawab: Makanlah, berilah makan, dan simpanlah, karena sesungguhnya tahun yang lalu, menusia tertimpa kesusahan (paceklik), maka aku menghendaki agar kamu menolong (mereka) padanya (kesusahan itu)." (HR Bukhari)

Baca juga: Bolehkah Kurban dengan Cara Arisan? 

Maka menimbang hal tersebut, apabila daerah lain dipandang lebih miskin dan lebih butuh, atau karena alasan lain di sana ada kerabat kita (dalam rangka silaturahim), maka boleh berkurban di daerah tersebut.

Di samping itu, amal kebaikan apabila semakin banyak manfaatnya, akan makin besar pula pahalanya. Menyalurkan kurban ke daerah lain yang dipandang lebih butuh akan lebih besar manfaatnya dari pada daerah domisili, yang masyarakatnya kaya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Manfaat akan benar-benar dirasakan oleh kaum miskin dan juga untuk orang yang berkurban, berupa pahala dan keberkahan, karena harta yang ia dermakan benar-benar dirasakan manfaat dan maslahatnya.

Namun bila bukan karena alasan tersebut, artinya di daerah lain masyarakatnya sudah berkecukupan dan bukan karena motivasi menyambung silaturahim (kerabat atau keluarga), tentu lebih utama berkurban di daerah domisili, karena berkurban di tempat kita domisili, lebih memudahkan dalam menjalankan sunah-sunah kurban.

Baca juga: 7 Fakta Kondisi Terkini Makam Abu Lahab dan Abu Jahal: Mengerikan, Bau Bangkai Busuk! 

Baca juga: Viral Atlet Thailand Jadi Mualaf dan Nikahi Gadis Gresik Peraih Emas PON 

Seperti menyembelih hewan kurbannya sendiri, menghadiri penyembelihan, memakan 1/3 dari daging kurban, dan dapat berbagi kepada tetangga dan kerabat kita yang dekat. Hal-hal seperti ini akan sulit dilakukan bila berkurban dilakukan di daerah lain.

Asal dipastikan penyembelihan dilakukan di hari raya atau tiga hari Tasyrik. Kemudian hewan kurbannya juga dipastikan yang sah untuk berkurban: bebas dari cacat, serta orang yang dijadikan wakil penyembelihan haruslah orang yang amanah.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini