Share

Cerita Tobat Pembuat Pinjol, Dapat Hidayah karena Anak hingga Takut Dosa Jariyah

Ratu Syra Quirinno, Jurnalis · Kamis 21 Juli 2022 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 21 621 2633697 cerita-tobat-pembuat-pinjol-dapat-hidayah-karena-anak-hingga-takut-dosa-jariyah-QYJxQtbsBq.jpg Kisah tobat pembuat pinjol. (Foto: YouTube Laskar Tujuh Langit)

PINJOL atau pinjaman online sedang marak di lingkungan masyarakat. Tapi di balik itu ada cerita unik tobatnya mantan karyawan perusahaan pinjol bernama Muhammad Ali.

Pinjol adalah pinjaman yang dilakukan secara daring atau online, baik melalui aplikasi atau situs, tanpa perlu menyertakan jaminan atau aset. Dengan kata lain, transaksi yang berlangsung antara peminjam dan penyedia pinjol dapat dilakukan tanpa harus bertemu langsung.

Baca juga: Amalan yang Membuat Sakaratul Maut Terasa seperti Digigit Semut 

Ketika ditanya host mualaf Margaretha kenapa banyak pinjol, Ali menjawab bisa terjadi karena perilaku masyarakat yang konsumtif. Jadi yang membuat keberadaan dan menjamurnya pinjol adalah karena ada pasarnya.

"Masyarakat Indonesia terkenal konsumtif, pengin beli sesuatu, pengin cepat, padahal gajian masih tanggal 1, sedangkan ini barang diskon tanggal 25," kata Ali, dikutip dari kanal YouTube Laskar Tujuh Langit, Kamis (21/7/2022).

Kisah tobat pembuat pinjol. (Foto: YouTube Laskar Tujuh Langit)

Pinjol sangat mudah bisa diperoleh melalui aplikasi yang telah disediakan. Uang pinjaman dapat ditransfer melalui bank mana saja begitu juga pembayaran pengembaliannya. Biasanya mereka menawarkan solusi dengan berbagai jenis pinjaman sesuai kebutuhan calon peminjam.

"Sering orang lembaga keuangan tuh ngomongnya, kita kasih solusi keuangan lho. Kamu enggak punya uang, kita kasih solusi. Padahal, bukan kasih solusi. Kalau tidak bisa mengaturnya dengan baik pada akhirnya akan merepotkan dan mencelakakan sendiri," ucapnya.

Baca juga: 5 Fakta Larangan Merokok di Madinah, Pengumuman Sudah Ditempel hingga Denda Rp800 Ribu 

Seharusnya Anda menabung untuk kebutuhan yang tidak terduga. Belajar cara investasi yang baik dan benar sesuai syariat Islam.

"Jangan sampai terjebak riba pinjol, kenapa harus pinjam dalam tanda kutip, tidak jelas, haram, ribawi," tuturnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dalam aturannya, pinjol dibolehkan memberikan bunga besar yang sebenarnya sangat membebani si peminjam.

"Terus di aturan tuh kalo enggak salah, maksimal denda bunga 100 persen dari nilai pokok, jadi boleh pinjol itu ngasih kredit Rp10 juta walau keterimanya sudah dipotong fee menjadi Rp9,5 juta. Bayar ngulur ada bunganya, yang tadinya Rp10 juta bisa jadi Rp20 juta. Itu untuk yang berizin dan terdaftar, kita enggak cerita yang ilegal, berarti enggak diawasi OJK, lebih parah lagi," ujarnya.

Baca juga: Telur atau Ayam Duluan? Abu Nawas Kasih Jawaban Cerdas, Raja Terpaksa Beri Hadiah 

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini Kamis 21 Juli 2022M/21 Dzulhijjah 1443H 

Ali pun memutuskan untuk resign karena ingin dekat dengan anak. Dia bekerja di Jakarta, sedangkan keluarganya di Bandung.

"Mungkin dulu dapat hikmah setelah hijrah, dulu sebenarnya niat buat anak kerja jauh, cuma waktu itu saya merasa waktu habis saya dinas di Jakarta, kebetulan rumah di Bandung, jadi saya Sabtu Minggu ketemu anak. Waktu itu kepikiran saya ingin lebih dekat dengan anak-anak, saya mau membayar waktu yang habislah, saya memutuskan untuk resign," paparnya.

Ali baru hijrah setelah keluar dari perusahaan. Saat itu dirinya banyak belajar dari buku dan bimbingan dari Ustadz Luqmanul Hakim.

"Dulu judulnya bukan hijrah saya keluar dari perusahaan itu. Setelah berhenti dari perusahaan pinjol, saya mendapat hidayah dari Allah melalui kawan saya dengan usaha membuka outlet, terus ditawari proyek baru fintek sama kawan. Di fintek banyak baca literasi keuangan syariah dan mulai baca Alquran, sholat di masjid, jadi hijrahnya alami," ujarnya.

Baca juga: Bacaan Zikir Pagi Hari Ini: Menghapus Dosa, Mencegah Siksa Kubur 

Baca juga: Cerita Mualaf Pramugari Cantik, Berawal Antar Jamaah Umrah ke Jeddah 

Ali pun menyesali pekerjaannya dahulu menjadi karyawan pinjol karena takut menjadi dosa. "Pastilah dosa, menyesalnya sekarang kenapa dulu masuk situ, lumayan 14–15 tahun kerja di lembaga keuangan yang ribawi, isinya dosa, orang kan ada amal jariyah, takutnya dosa jariyah," pungkasnya.

Allahu a'lam bisshawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini