Share

Penuh Keberanian, Ibu Ini Jadi Satu-satunya Mualaf di Kampungnya: Saya Pegang Teguh Islam

Ayu Utami Anggraeni, Jurnalis · Selasa 13 September 2022 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 621 2666364 penuh-keberanian-ibu-ini-jadi-satu-satunya-mualaf-di-kampungnya-saya-pegang-teguh-islam-qgJcMocfS2.jpg Kisah mualaf Ibu Supinah satu-satunya di kampungnya. (Foto: YouTube Laskar Tujuh Langit)

SESEORANG bisa mendapat hidayah Islam dari mana saja dan kapan saja. Itu semua atas kehendak Allah Subhanahu wa ta'ala. Inilah yang dialami Ibu Supinah yang mantap menjadi mualaf saat masih muda.

Padahal di kampung halamannya yang berada di Sambas, Kalimantan Barat, mayoritas beragama non-Muslim. Ibu Supinah pun menjadi satu-satunya mualaf di kampung tersebut.

BACA JUGA: Viral Ustadz Dakwah di Game Mobile Legend, Sampai Ada yang Mualaf 

Ibu Supinah bercerita bahwa ia mualaf sendirian pada tahun 1984. Beruntung meski orangtuanya adalah kepala suku dan menganut agama non-Muslim, Ibu Supinah tidak mendapat larangan.

"Tahun 1984, saya Muslim sendiri, tapi mereka (keluarga) enggak mau mengganggu pilihan saya," kata Ibu Supinah dalam tayangan di kanal YouTube Laskar Tujuh Langit. 

Kisah mualaf Ibu Supinah satu-satunya di kampungnya. (Foto: YouTube Laskar Tujuh Langit)

Keinginan untuk menjadi seorang Muslimah, ternyata muncul ketika Ibu Supinah melihat teman-temannya yang notabenenya Muslim tengah beribadah. Sejak saat itu ia merasa tenang, damai, dan mulai tertarik dengan ajaran agama Islam.

"Dia sering sholat, saya sering perhatikan. Saya tertarik melihat mereka, senangnya, damai sekali. Makanya ibu punya niat masuk Islam," paparnya.

BACA JUGA: Dalam 7 Hari, Wanita Cantik Pembenci Islam Ini Mantap Jadi Mualaf: Gara-Gara Bertengkar Dengar Tadarus Alquran 

Singkat cerita, tanpa ada rasa takut, ia pun dengan berani mengucapkan dua kalimat syahadat ketika masih sekolah.

"Enggak takut, orangtua baik kok enggak pernah mempersalahkan. Orangtua saja ini kepala adat enggak ada masalah, bahkan kakak saya guru agama non-Muslim," sambungnya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tiga bulan usai mualaf, Ibu Supinah bertemu seorang pria dan menikah dengannya. Justru ujian menjadi seorang Muslim baru dirasakannya.

Ternyata ibu mertua Supinah kurang menyetujui pernikahannya, gara-gara ia seorang mualaf. Pasalnya, takut bila anaknya akan ikut ke agama lama Ibu Supinah.

BACA JUGA: Dari Keluarga Beda Agama dan Korban Bully, Mualaf Cantik Putri Parera Temukan Ketenangan di Islam 

"Cuma yang mempersalahkan pihak suami. Mungkin ibu ini bisa membawa anaknya ke non-Muslim," bebernya.

Ia pun dengan tegas menyatakan bahwa sudah berpegang teguh dengan pendiriannya sebagai Muslimah.

BACA JUGA: Kisah Mualaf Cantik Debora, Masuk Islam karena Sering Dengar Adzan Magrib 

"Saya sudah mengucapkan kalimat syahadat, insya Allah saya tidak akan berubah, tetap saya akan pegang teguh agama saya Islam," tegasnya.

"Saya pilih agama Islam, muslim sampai sekarang punya cucu punya menantu sampai sekarang," tutupnya. Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini