Share

Kisah Ahli Ibadah Selama 500 Tahun Wafat ketika Sujud Sholat

Ratu Syra Quirinno, Jurnalis · Senin 26 September 2022 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 614 2675022 kisah-ahli-ibadah-selama-500-tahun-wafat-ketika-sujud-sholat-Zav7Y8JqEY.jpg Ilustrasi kisah ahli ibadah selama 500 tahun wafat ketika sujud sholat. (Foto: Shutterstock)

INILAH kisah ahli ibadah selama 500 tahun yang wafat ketika sedang sujud sholat. Diketahui bahwa menjadi ahli ibadah adalah keinginan yang sangat mulia dari setiap umat manusia. Namun, ibadah atau amalan salih yang dikerjakan harus ikhlas karena Allah Subhanahu wa ta'ala.

Dikutip dari unggahan kanal YouTube Tafakkur Fiddin, dalam hadis riwayat Imam Muslim disebutkan sahabat Jabir radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Tidak ada amalan seorang pun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelamatkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah."

BACA JUGA:Kisah Jin Pertama Kali Dengar Bacaan Alquran dari Rasulullah saat Sholat Berjamaah 

Dari sahabat Jabir, dikisahkan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam mendatangi kami kemudian Beliau bersabda, "Jibril berkata: Wahai Muhammad, demi Dzat yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla memiliki seorang hamba yang telah beribadah kepada Allah selama 500 tahun di puncak gunung di sebuah pulau yang dikelilingi dengan lautan yang lebar dan tinggi gunung itu adalah 30 dzira."

Di gunung itu terdapat sebuah mata air selebar beberapa jari. Dari mata air itu mengalir air segar dan berkumpul ke sebuah telaga di kaki gunung. Terdapat juga pohon-pohon delima yang selalu berbuah setiap hari sebagai bekal hamba tersebut beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala setiap harinya. 

Ilustrasi kisah ahli ibadah. (Foto: Shutterstock)

Setiap selesai menunaikan ibadah sholat, hamba itu selalu berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, supaya kelak ketika ajalnya menjemput, dia wafat dalam keadaan bersujud kepada Allah Ta'ala, dan dia juga berdoa supaya setelah kematiannya, jasadnya tidak dirusak oleh bumi dan oleh apa pun juga sampai datangnya hari kebangkitan.

Allah Subhanahu wa ta'ala pun mengabulkan semua doa hamba tersebut dan berfirman, "Masukkan hamba-Ku ini ke surga dengan sebab rahmat-Ku."

BACA JUGA:Kisah Pertobatan dan Kejujuran 3 Sahabat Nabi yang Tidak Ikut Perang Tabuk 

Hamba tersebut berkata, "Dengan sebab amalku Ya Rabb."

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, "Masukkan hamba-Ku ke surga dengan sebab rahmat-Ku."

Hamba tersebut tetap berkata, "Dengan sebab amalku Ya Rabb."

Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, "Sekarang coba timbang amal hamba-Ku ini dengan nikmat yang telah aku berikan kepadanya." 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Setelah ditimbang, ternyata nikmat penglihatan yang telah diberikan Allah Subhanahu wa ta'ala kepada hamba itu menyamai timbangan amal ibadah yang telah dilakukannya selama 500 tahun. Masih tersisa anggota tubuh lain yang belum ditimbang, sedangkan amal hamba tersebut ternyata sudah habis.

Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, "Sekarang masukkan hamba-Ku ini ke neraka."

Mendengar perintah Allah Subhanahu wa ta'ala itu, kemudian para malaikat menggiring hamba tersebut ke neraka. Namun sebelum digiring ke neraka, hamba itu berteriak sambil menangis, "Ya Rabb, masukkan aku ke surga dengan rahmat-Mu."

Kemudian Allah Azza wa Jalla berfirman kepada para malaikat, "Tahan dulu wahai malaikat, dan bawa dia ke sini."

Hamba itu lalu dibawa oleh para malaikat ke hadapan Allah Subhanahu wa ta'ala. Kemudian Allah Ta'ala berfirman, "Wahai hamba-Ku, siapakah yang telah menciptakanmu yang sebelumnya kamu bukan apa-apa?" Hamba itu menjawab, "Engkau Ya Rabb."

Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, "Siapakah yang telah memberimu kekuatan sehingga kamu mampu beribadah kepada-Ku selama 500 tahun?" Hamba tersebut menjawab, "Engkau Ya Rabb."

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, "Siapakah yang telah menempatkanmu di sebuah gunung yang berada di tengah-tengah laut yang luas, mengalir dari gunung tersebut air yang segar sedangkan di sekelilingnya adalah air asin. Yang menumbuhkan buah delima setiap malam yang seharusnya hanya setahun sekali berbuah, serta siapa yang telah memenuhi permintaanmu, ketika engkau berdoa supaya dimatikan dengan cara bersujud?"

Hamba itu menjawab dengan wajah menunduk, "Engkau Ya Rabb." 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, "Itu semua tidak lain adalah atas rahmat-Ku, dan dengan rahmat-Ku juga engkau Aku masukkan surga."

Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman kepada para malaikat, "Masukkan hamba-Ku ini ke surga, engkau adalah sebaik-baik hamba wahai hamba-Ku." Dimasukkanlah hamba itu ke surga berkat rahmat Allah Ta'ala.

Kemudian Malaikat Jibril berkata, "Sesungguhnya segala sesuatu itu berkat rahmat Allah wahai Muhammad."

Ahli ibadah tersebut mendapat teguran keras dari Allah Subhanahu wa ta'ala hingga hampir masuk neraka dan akhirnya dimasukkan ke surga setelah mengakui kebesaran Allah Ta'ala dengan segala rahmat-Nya.

Jangan pernah merasa ujub yaitu berbangga diri dengan amal ibadah yang pernah dikerjakan. Sebab, tidak ada keimanan dan ketaatan yang menyebabkan seorang masuk surga melainkan karena rahmat Allah Subhanahu wa ta'ala.

Wallahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini