Meskipun Erni resmi menjadi mualaf, bahkan satu sekolahannya sudah tahu, ia masih diam-diam dari keluarganya. Saat akan sholat, dirinya selalu bersembunyi, atau keluar untuk mencari masjid.
Sampai akhirnya ternyata kakeknya tahu kalau Erni sudah masuk Islam. Seperti perkiraan dan bayang sebelumnya, keluarganya tidak terima dirinya menjadi mualaf.
"Mukena saya dibanting sama kakek. Akhirnya keluarga tahu. Dikiranya otak saya dicuci sampai memilih masuk Islam," terangnya.
Meski demikian, keimanan Erni tidak luluh begitu saja. Ia tetap istikamah dan makin memperdalam agama Islam, baik membaca Iqra, hafalan, hingga ilmu-ilmu ketauhidan sehingga dirinya bisa menjalani sebagai Muslim yang baik.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)