Dia melanjutkan, sebagian ulama berpendapat bahwa isyarat dengan telunjuk itu dimulai saat mengucapkan, "Asyhadu an laa ilaaha illallah." Mereka berdalil dengan lafadz hadits:
قد حلَّقَ الإبهامَ والوُسطَى , ورفَع الَّتي تليهِما , يَدعو بِها في التَّشهُّدِ
"Nabi melingkarkan jari telunjuk dan jari tengah, lalu mengangkat jari yang ada di antara keduanya (yaitu jari telunjuk), beliau berdoa dengan isyarat tersebut ketika tasyahud." (HR Ibnu Majah. Shahih)
"Beliau berdoa dengan isyarat tersebut. Sedangkan doa dimulai setelah mengucapkan dua kalimat syahadat," papar Ustadz Badrusalam.