Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tafsir Surat Al A'la Ayat 1-19 Lengkap dengan Arab, Latin, dan Terjemahannya

Cita Zenitha , Jurnalis-Kamis, 26 Oktober 2023 |06:27 WIB
Tafsir Surat Al A'la Ayat 1-19 Lengkap dengan Arab, Latin, dan Terjemahannya
Ilustrasi (Foto: Freepik)
A
A
A

TAFSIR Surat Al A’la Ayat 1-19 lengkap dengan Arab, latin, dan terjemahannya bisa disimak di sini. Al A'la merupakan surat ke-87 dalam kitab suci Alquran dan tediri dari 19 ayat.

Surah Al A’la termasuk golongan Makkiyah karena diturunkan di Makkah. Arti dari Surat Al A’la adalah “Yang Paling Tinggi”. Kata Al A’la sendiri terdapat pada ayat pertama dalam surat ini.

Berikut adalah tafsir surat Al A’la ayat 1-9 melansir Al-Quran Digital Okezone, Rabu (25/10/23):

سَبِّحِ اسۡمَ رَبِّكَ الۡاَعۡلَىۙ‏

Sabbihisma Rabbikal A'laa

Artinya: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi”

-Tafsir:

Allah memerintahkan Rasul-Nya agar menyucikan nama-Nya dari segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kebesaran serta kemuliaan zat dan sifat-Nya.

الَّذِىۡ خَلَقَ فَسَوّٰى

Allazii khalaqa fasawwaa

Artinya: “Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya)”

-Tafsirnya:

Allah menerangkan bahwa Dialah yang menciptakan dan menyempurnakan penciptaan segala makhluk. Allah pula yang menentukan segala sesuatu menurut bentuk dan ukuran yang tepat dan seimbang.

وَالَّذِىۡ قَدَّرَ فَهَدٰى

Wallazii qaddara fahadaa

Artinya: “Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk”

-Tafsir:

Allah pula yang menentukan segala sesuatu menurut bentuk dan ukuran yang tepat dan seimbang.

وَالَّذِىۡۤ اَخۡرَجَ الۡمَرۡعٰى

Wallaziii akhrajal mar'aa

Artinya: “dan Yang menumbuhkan rerumputan”

-Tafsir:

Allah-lah yang menumbuhkan rumput-rumputan yang hijau dan segar untuk makanan binatang dan ternak

فَجَعَلَهٗ غُثَآءً اَحۡوٰىؕ

Faja'alahuu ghusaaa'an ahwaa

Artinya: “lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman”

-Tafsir:

Kemudian Allah menjadikan kering dengan warna kehitam-hitaman.

سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنۡسٰٓىۙ

Sanuqri'uka falaa tansaaa

Artinya: “Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa”

-Tafsir:

Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad untuk dibacanya dan Ia akan membukakan hati Nabi-Nya dan menguatkan ingatannya.

اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُؕ اِنَّهٗ يَعۡلَمُ الۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفٰىؕ

Illaa maa shaaa'al laah; innahuu ya'lamul jahra wa maa yakhfaa

Artinya: “kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi”

-Tafsir:

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa bila Ia menghendaki agar Nabi Muhammad melupakan apa yang telah diwahyukan, maka hal itu dapat dilakukan-Nya.

وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرٰى

Wa nu-yassiruka lilyusraa

Artinya: “Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat)”

-Tafsir:

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa Ia akan memberi Nabi-Nya taufik kepada jalan yang mudah, yang membawa kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dialah yang memberinya agama yang mudah diterima jiwa dan tidak sukar dipahami oleh akal.

فَذَكِّرۡ اِنۡ نَّفَعَتِ الذِّكۡرٰىؕ

Fazakkir in nafa'atizzikraa

Artinya: “Oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat”

-Tafsir:

Allah memerintahkan Rasul-Nya agar memperingatkan umat manusia tentang yang telah ia terima dari-Nya. Allah menyatakan bahwa peringatan itu amat besar kegunaan dan faedahnya bagi manusia, karena peringatan itu memberi petunjuk kepadanya tentang cara-cara mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

سَيَذَّكَّرُ مَنۡ يَّخۡشٰىۙ

Sa yazzakkaru maiyakhshaa

Artinya: “Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran”

-Tafsir:

Allah menjelaskan bahwa mereka yang beruntung adalah yang dapat menerima panggilan atau peringatan Rasul-Nya, serta takut kepada Allah dan siksaan-Nya.

وَيَتَجَنَّبُهَا الۡاَشۡقَىۙ

Wa yatajannabuhal ashqaa

Artinya: “Dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya”

-Tafsir:

Allah menerangkan bahwa bagi orang yang ingkar, durhaka, dan menjauhkan diri dari petunjuk-petunjuk yang diberikan Nabi Muhammad, tidak akan berfaedah peringatan yang disampaikan.

الَّذِىۡ يَصۡلَى النَّارَ الۡكُبۡرٰىۚ

Allazii yaslan Naaral kubraa

Artinya: “(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)”

-Tafsir:

Oleh karena itu, mereka tetap dalam kekafiran dan akan dilemparkan ke dalam neraka yang paling bawah.

ثُمَّ لَا يَمُوۡتُ فِيۡهَا وَلَا يَحۡيٰىؕ

Summa laa yamuutu fiihaa wa laa yahyaa

Artinya: “Selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup”

-Tafsir:

Allah menerangkan bahwa orang-orang yang dimasukkan ke dalam neraka itu menjalani siksaan yang tidak ada habis-habisnya. Mereka merasakan sakit yang tidak ada batasnya, tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup.

قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ تَزَكّٰىۙ

Qad aflaha man tazakkaa

Artinya: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman)”

-Tafsir:

Allah menerangkan bahwa orang yang beruntung, yaitu terhindar dari siksa akhirat, adalah orang yang bersih, beriman kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya, serta percaya kepada yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw.

وَذَكَرَ اسۡمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰى

Wa zakaras ma Rabbihii fasallaa

Artinya: “Dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia shalat”

-Tafsir:

Bila terlintas dalam hatinya dan ia ingat sifat-sifat Tuhan yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan, maka ketika itu pula ia tunduk kepada kekuasaan-Nya lalu sujud melakukan shalat.

بَلۡ تُؤۡثِرُوۡنَ الۡحَيٰوةَ الدُّنۡيَا

Bal tu'siruunal hayaatad dunyaa

Artinya: “Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia”

-Tafsir:

Allah menerangkan bahwa orang kafir lebih mengutamakan kesenangan di dunia daripada kesenangan di akhirat.

وَالۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ وَّ اَبۡقٰىؕ‏

Wal Aakhiratu khairunw wa abqaa

Artinya: Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.

-Tafsir:

Padahal, semestinya mereka memilih kesenangan akhirat, sesuai dengan yang dikehendaki oleh agama Allah. Kesenangan akhirat itu lebih baik dan kekal abadi, sedangkan kesenangan di dunia akan lenyap diliputi oleh kekotoran dan kesedihan.

اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الۡاُوۡلٰىۙ

Inna haazaa lafis suhu fil uulaa

Artinya: “Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu”

-Tafsir:

Allah menerangkan bahwa apa yang disampaikan-Nya kepada Nabi Muhammad tentang perintah dan larangan, janji anugerah dan peringatan adalah sama dengan apa yang telah terdapat di dalam kitab Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.

صُحُفِ اِبۡرٰهِيۡمَ وَمُوۡسٰى

Suhufi Ibraahiima wa Muusaa

Artinya: (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

-Tafsir:

Dengan demikian, Nabi Muhammad hanya mengingatkan kembali kepada agama-Nya yang terdahulu yang telah dilupakan oleh manusia. Agama yang ada itu telah diubah oleh tangan-tangan manusia, dirusak oleh hawa nafsu dan adat istiadat nenek moyang mereka sehingga telah menyimpang dari yang sebenarnya.

Demikian tafsir surat Al A’la ayat 1-9 lengkap dengan arah, latin, dan terjemahannya. Wallahu a'lam bisshawab.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement