Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Liliek Marhaendro Susilo menyampaikan pengalaman penyelenggaraan haji 2023 perlu menjadi pelajaran berharga bagi penataan haji pada tahun-tahun mendatang.
Menurut dia, ada lima penyakit terbanyak yang diderita jamaah saat dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, antara lain pneumonia, penyakit paru obstruksi kronik (PPOK), infark miokard akut (IMA), dan penyakit jantung koroner (PJK), gagal jantung, stroke, dan dispnea.
Angka kematian jamaah haji pada 2023 mencapai 774, lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji mesti dilakukan dengan konsep baru. Tahun-tahun sebelumnya, pemeriksaan hanya dilakukan melalui medical check-up (MCU).
Kini pemeriksaan juga meliputi pemeriksaan kognitif, pemeriksaan kesehatan mental, dan pemeriksaan activity of daily living (ADL) atau uji kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.
(Hantoro)