Dari Ummu Syarik radhiyallahu 'anha, ia berkata:
عَنْ أُمِّ شَرِيكٍ – رضى الله عنها أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَقَالَ « كَانَ يَنْفُخُ عَلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ »
"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau bersabda, 'Dahulu cicak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim 'Alaihis salam'." (HR Bukhari nomor 3359)
Imam Nawawi mengatakan, dalam satu riwayat disebutkan bahwa membunuh cicak akan mendapatkan 100 kebaikan. Dalam riwayat lain disebutkan 70 kebaikan.
Kesimpulan dari Imam Nawawi, makin besar kebaikan atau pahala dilihat dari niat dan keikhlasan, juga dilihat dari makin sempurna atau kurang keadaannya. Seratus kebaikan yang disebut adalah jika sempurna, 70 jika niatannya untuk selain Allah. (Lihat kitab Syarh Shahih Muslim, 14: 210–211)
Itulah jawaban dari pertanyaan: Kenapa Rasulullah tidak menyukai cicak? Allahu a'lam.
(Hantoro)