INI bacaan surat penenang hati dan pikiran dalam Alquran. Diketahui bahwa dalam kehidupan sehari-hari ada kalanya diri merasa khawatir, tidak tenang, gelisah, dan lain sebagainya.
Kondisi itu menjadi tanda ada kesalahan dalam diri sendiri, salah satunya mungkin karena merasa jauh dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Ketika diliputi kegelisahan, coba saja membaca ayat-ayat suci Alquran, karena Kalamullah tersebut bisa membuat hati menjadi tenang.
Ribuan ayat dalam Alquran pada dasarnya merupakan petunjuk dan bimbingan bagi kehidupan manusia, mengatur tata cara berhubungan manusia dengan sesama makhluk dan manusia dengan Allah Azza wa Jalla.

"Ada lima ayat yang secara khusus dapat dijadikan acuan bagaimana manusia bisa berkomunikasi dengan Sang Pencipta dan memiliki implikasi kepada ketenangan dan ketenteraman hati," ungkap Ustadz Kolonel Laut (KH) Ian Heryawan kepada Okezone beberapa waktu lalu.
Ia menerangkan, tentunya ayat-ayat suci Alquran tersebut tidak hanya dibaca secara lisan, tetapi harus dihayati dengan keimanan dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bisa secara nyata memberikan kontribusi dalam menggapai ketenangan hati.
Berikut ini bacaan surat penenang hati dan pikiran dalam Alquran tersebut:
1. Surat Al Baqarah Ayat 286
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
"Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, jangalnlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
Ayat ini ungkapan doa sebagai wujud keprasahan manusia kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan tuntutan keyakinan bahwa Allah tidak akan memberikan beban yang memberatkan kepada siapa pun terkecuali sesuai dengan kemampuannya, serta manusia memiliki keyakinan bahwa Allah akan memberikan pertolongan.
2. Surat Ali Imran Ayat 139
وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamu lah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman."
Arti ayat di atas dapat dijelaskan bahwa orang-orang yang senantiasa beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala merupakan orang yang paling tinggi di sisi Allah, dirangkul pula dengan perintah Allah agar kita tidak merasa takut dan lemah ketika berperang menghadapi orang kafir. Tidak lupa, dianjurkan agar tidak bersedih hati apabila dalam peperangan ada yang gugur.
3. Surah At-Taghabun Ayat 11
مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan bahwa tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah atau dengan kepastian-Nya. (Dan barang siapa yang beriman kepada Allah) melalui ucapannya, bahwa musibah itu datang atas kepastian dari-Nya (niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada kalbunya) untuk bersabar di dalam menghadapinya. (Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu).
4. Surat At-Talaq Ayat 3
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ
شَىْءٍ قَدْرًا
"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
Ayat ini mengisyaratkan bahwa bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah, tidak saja diberi dan dimudahkan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya, tetapi juga diberi rezeki oleh Allah dari arah yang tidak disangka-sangka, yang belum pernah terlintas dalam pikirannya. Selanjutnya, Allah yang akan mencukupkan keperluan manusia untuk menyukseskan urusannya.
5. Surat Ar-Ra'd Ayat 28
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
Ayat ini memilki makna bahwa konsep ketenangan yang utama dalam kehidupan adalah dengan mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Pola mengingat Allah dalam keseharian kita akan memberikan ketenteraman kepada hati dan membahagiakan hidup di dunia dan di akhirat.
Inilah bacaan surat penenang hati dan pikiran dalam Alquran. Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)