Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Poin Poin Penting Hasil Kunjungan Menag ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji Indonesia

Maruf El Rumi , Jurnalis-Jum'at, 12 Januari 2024 |13:53 WIB
Poin Poin Penting Hasil Kunjungan Menag ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji Indonesia
Jamaah Haji Indonesia saat masih berada di Madinah. (Foto: MCH 2024)
A
A
A

CENGKARENG - Banyak kabar baik disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas setelah melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi. Kabar tersebut itu mulai kepastian tambahan kuota haji hingga fast track keberangkatan jamaah haji 2024.

Haji 2024, Indonesia mendapakan total kuota 241 ribu, dengan 221 ribu kuota reguler dan sisanya tambahan hasil kunjungan Presiden RI Joko Widodo, 10 ribu. Tambahan itu dituangkan dalam MoU yang ditandatangani Menag.

"Salah satu hasilnya, sebagaimana kita tahu, kita mendapatkan kuota terbesar sepanjang sejarah, yaitu 241ribu," kata Gus Men sapaan Akrab Menag Yaqut, di Cengkareng, Kamis (11/1/2024) dalam keterangan resmi Kemenag. 

Selain kuota, pemerintah berupaya agar jemaah haji Indonesia mendapatkan tempat terbaik di Arab Saudi. Terutama penempatan penempatan jamaah di Arafah dan Mina. Dimana, pemerintah Arab Saudi mengatakan, penempatan akan didasarkan pada seberapa cepat kontrak teknis perhajian bersama pemerintah Arab ditandangan tangani.

Gus men mengatakan, dalam minggu ini atau maksimal minggu depan kontrak itu akan segera dilakukan agar tempat terbaik didapatkan untuk jamaah Indonesia. Selain hotel, Gus Men juga sudah bertemu dengan otortitas Pemerintah Arab Saudi terkait penerbangan bagi jemaah haji Indonesia.

Salah satunya terkait usulan penambahan dua jalur fast track bagi jamaah haji. Kedua jalur tersebut diusulkan di Solo dan Surabaya. Sedangkan saat ini fast track baru diterapkan di Bandara Soekarno Hatta.

Layanan fast track akan memudahkan jemaah haji dalam proses pengecekan dokumen keimigrasian, seperti visa dan paspor. Sebab, prosesnya sudah dilaksanakan di bandara asal. "Dari pembicaraan yang kita lakukan sih mereka menyetujui, tapi mereka tetap akan melakukan survey lapangan untuk melihat ke Solo dan Surabaya," jelasnya.

Fast track ini dinilai penting agar jemaah haji yang datang ke Arab Saudi sudah tidak melalui proses imigrasi. Hal tersebut akan sangat membantu jemaah haji Indonesia untuk mengurangi kelelahan setelah melakukan perjalan panjang dari Tanah Air.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement