Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Hilman Latief, menegaskan, pentingnya etika bermedia sosial, kepada seluruh calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445H/2024 M. Hal itu diutarakannya saat membuka bimbingan teknis (Bimtek) calon PPIH Arab Saudi 2024 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (19/3/2024) malam.
“Etika petugas haji ini juga penting. Kami tekankan agar petugas haji menjaga marwah sehingga cara anda bermedsos dapat dijaga dengan baik selama musim haji,” ujar Hilman Latief. Dikatakan Hilman, tidak semua hal bisa dipublikasikan di media sosial apalagi terkait di luar penugasan PPIH.
“Kita berjibaku melayani jamaah dan mendampingi, namun tiba-tiba ada yang tidak sesuai dan jauh dari relevansinya dari tugas kita,” ungkapnya. Dia berharap, calon PPIH dapat menggunakan media sosial dengan bijak dan selalu check dan recheck kebenaran setiap informasi yang ditemukan. “Tahun lalu dan sebelumnya, Pak Wamen dan Sekjen memberikan peringatan. Bahkan ada yang dipulangkan,” tegasnya.

Di sisi lain, Hilman berharap dengan dilakukannya Bimtek ini, para petugas dapat memahami pengorganisasian dalam penyelenggaran ibadah haji. “Ada 5 hari pelatihan Tusi dan 4 hari setelahnya melaksanakan bimtek terintegrasi dengan kementerian lain. Kita 890 petugas dari 4.200 petugas yang jadi kuota tahun ini,” ujarnya.
Selanjutnya kata Hilman, saat akhir Bimtek akan diadakan post test untuk peserta calon PPIH. Disanalah hasil akhir dari para calon petugas haji. “Apakah peserta bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik atau tidak, bisa diberangkatkan atau tidak sebagai PPIH Arab Saudi atau PPIH Embarkasi (asrama haji),” pungkasnya.
(Maruf El Rumi)