Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beragam Momen Jamaah Haji Tiba di Tanah Suci, dari Menangis hingga Berpose Saranghae

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Selasa, 14 Mei 2024 |10:59 WIB
Beragam Momen Jamaah Haji Tiba di Tanah Suci, dari Menangis hingga Berpose Saranghae
Jamaah Haji Indonesia Tiba/Foto: MCH 2024
A
A
A


MADINAH – Melaksanakan ibadah haji merupakan impian seluruh umat Islam. Saat ini, sebagian jamaah haji sudah tiba di Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji.

Beragam ekspresi kegembiraan mereka tunjukkan. Ada yang sujud syukur, menangis haru, sampai berfoto-foto ria di lounge bandara.

Sebanyak 13 ribu lebih jamaah sudah tiba di Tanah Suci. Saat turun dari pesawat, senyum lebar mengembang di wajah-wajah jemaah. Yang muda, yang paruh baya, sampai yang lansia, semuanya gembira. Demikian juga para jemaah yang menggunakan kursi roda.

Zuraidah, jamaah haji asal Pangkal Pinang, Riau, tampak begitu senang bisa berhaji tahun ini. "Saya ingin sujud syukur," ucapnya, kepada petugas haji, saat keluar dari Terminal Haji Bandara AMAA, Madinah, dikutip Selasa (14/5/2024).

Dia menuju sudut di lounge bandara. Dia langsung sujud syukur. Cukup lama. Bangun dari sujud, air matanya berderai. Sambil menengadahkan tangan, dia langsung berdoa dan mengucapkan. "Alhamdulillah ya Allah, hamba diberi kesempatan untuk ibadah haji," ucapnya, lirih.

Sementara, Onnizar, jamaah asal Batam, mengemukakan kegembiraan dengan cara berbeda. Dia mendarat di Bandara AMAA Madinah. Saat berjalan dari bandara menuju ruang tunggu, di bawah terik mata hari, dia merentangkan tangan sambil mengucap syukur. "Alhamdulillah ya Allah," ucapnya.

Saat itu, cuaca di Madinah cukup terik. Suhunya mencapai 41 derajat. Namun, dia seperti tak merasakan panas itu. "(Suhunya) segar, segar. Mantap," ucapnya sambil tertawa bahagia.

Sementara Masna, yang juga jemaah asal Batam, mengekspresikan kegembiraan dengan foto-foto bersama dengan sesama temannya. Sejurus kemudian, Masna langsung berpose sambil menunjukkan jari saranghae ala Korea Selatan.

Sedangkan Aliya, jAmaah asal Tangerang, mengemukakan kegembiraannya dengan haru. Aliya turun dari pesawat menggunakan kursi roda. Dia lalu dibantu petugas haji didorong menuju bos. Saat didorong itu, dia mengemukakan rasa gembiranya.

"Alhamdulillah, saya senang banget bisa berangkat haji," ucapnya, dengan mata berkaca-kaca.

Aliya berangkat bersama suaminya, Hasan, yang juga menggunakan kursi roda. Dia pun tak mau jauh-jauh dengan sang suami. Saat pertama kali naik kursi roda, dia langsung menanyakan posisi suaminya. Demikian juga saat hendak naik bus, dia memastikan suaminya ada di dekatnya. "Bapak di mana?" tanyanya ke petugas. "Ada di belang, Ibu," jawab petugas.

Kegembiraan juga dikemukakan jemaah kakak-adik, dari Pondok Bambu, Jakarta, Ken Sofira (lahir 3 Maret 1978) dan Ken Arifina (lahir 13 September 1979). Keduanya mengucapkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini. Penantian panjang selama 12 tahun sejak mendaftar pada tahun 2012 akhirnya terbayarkan dengan momen spesial ini.

"Perasaan saat landing, akhirnya Allah berikan kemudahan untuk dapat kursi haji tahun ini. Semoga menjadi mabrur," ungkap Fira, sapaan akrab Ken Sofira.

Bersama dengan kloter JKG 04, Fira dan Fina, sapaan akrab Ken Arifina, berangkat dari Pondok Bambu menggunakan KBIH Al Anshoriyah. Kemiripan wajah dan fisik mereka yang hampir identik sering membuat orang sekitar sulit membedakan.

Dia lalu memuji kinerja petugas haji yang begitu sigap melayani. "Kami bersyukur atas pelayanan yang luar biasa dari petugas haji.

Dari Asrama Pondok Gede, PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) sangat cekatan, responsif, dan ramah. Mereka mengerjakan tugasnya dengan penuh dedikasi dan ketulusan. Kami sangat bersyukur mendapatkan pelayanan terbaik dari mereka," tutur Fina.

(Fahmi Firdaus )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement