SURABAYA - Petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Embarkasi surabaya, Selasa (21/5) malam dikejutkan hilangnya Sakir, salah seorang calon jamaah haji dari kloter 40. Dia kabur dari asrama haji Sukolilo menjelang keberangkatan menuju Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo.
Sakir diduga mengalami demensia dan ingin pulang ke rumahnya di Jember, Jawa Timur. Jamaah berusia 75 tahun asal Jember tersebu tanpa sepengetahuan petugas dan keluarga keluar dari asrama haji.
Beruntung, PPIH Embarkasi Surabaya mendapat laporan dari masyarakat sehingga Sakir berhasil ditemukan. Dia berada di jalan Bogorami Kecamatan Tambaksari Surabaya, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari asrama haji sukolilo.
Abdul Haris, Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya mengatakan, jamaah berusia 75 tahun tersebut diduga mengalami demensia atau pikun. "Dia ingin pulang, karena ketika diajak ke sini tidak mau," kata Abdul kepada wartawan.
Dia tidak bisa memastikan bagaimana Sakir bisa ke luar dari asrama haji. Apakah saat keluar sudah menggenakan seragam haji, atau justru jaket sehingga tidak dikenali. "Karena jamaah yang sudah masuk asrama tidak boleh keluar. Jadi, kalau petugas tahu pasti tidak diizinkan. Karena itu akan kami selidiki," tambah Abdul Haris.

Usai menjalani pemeriksaan kesehatan di klinik kesehatan asrama haji, Sakir dinyatakan sehat dan layak terbang. Selanjutnya, Sakir dengan pendampingan dan pengawasan ketat petugas kesehatan kloter, berangkat bersama rombongan jemaah calon haji kloter 40 ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo.
(Maruf El Rumi)