MAKKAH – Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) akan melakukan dua jenis safari wukuf saat prosesi ibadah haji 1445 H/2024M
Safari wukuf yang pertama dilakukan untuk jamaah yang sangat sakit, tidak bisa duduk, tidak bisa berdiri serta menggunakan alat bantu pernafasan.
"Kedua yang safari wukuf non-KKHI, ini dikhususkan untuk jamaah haji yang tanpa pendamping dan juga berisiko tinggi dan juga lansia," ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Khalilurrahman di Kantor Urusan Haji Indonesia, Makkah, Sabtu (1/6/2024).
Dikatakan Khalil, ada 300 jamaah yang akan diikutkan safari wukuf dari non-KKHI. Sedangkan peserta dari tim KKHI masih dalam pendataan.
Dijelaskannya, data 300 jamaah didapat dari dokter KKHI. Mereka yang akan melakukan pemilihan siapa yang layak dan berhak untuk mengikuti safari wukuf lansia dengan mempertimbangkan usia, kesehatan, penyakit yang mereka alami.
"Kalau seandainya tidak ada pendamping maka kemungkinan besar mereka akan kita safari wukufkan. Apalagi tidak ada pendamping kemudian usianya sangat senja dan risti maka ini seperti tahun yang lalu maka kita safari wukufkan,"ulasnya.
Mereka yang masuk dalam daftar safari wukuf KKHI nantinya akan dibawa menggunakan mobil ambulans ke Padang Arafah dengan dokter pendamping. Sementara untuk jamaah yang dalam kondisi sangat berat dan tidak memungkinkan untuk dipindahkan dari ruang perawatan maka wukufnya akan dibadalkan.