Sementara untuk safari wukuf non-KKHI akan dikumpulkan di hotel transit dekat kantor KKHI untuk nantinya diberangkatkan bersama menggunakan bus ramah lansia. Setelah sampai di Arafah, mereka tetap berada di dalam bus selama 2 hingga 3 jam untuk melaksanakan wukuf, mendengarkan khotbah wukuf, salat dan ibadah lainnya. Setelah selesai mereka akan kembali ke hotel transit untuk beristirahat.
"Jadi ini yang memang rata-rata yang usianya sudah lansia tanpa pendamping tetapi secara fisik mereka kuat. Tapi kalau seandainya mereka dipaksakan untuk mabit di Muzdalifah dan Mina juga berisiko terhadap kesehatan mereka,”ujarnya.
“Jadi baik yang safari wukuf yang lansia di KKHI ataupun yang non KKHI yang lansia ini tetap semuanya mendapatkan rekomendasi dan berdasarkan filterisasi dari kantor kesehatan haji di Indonesia, di Makkah. Kita ingin jamaah haji yang berangkat semuanya dalam keadaan sehat, berangkat dalam keadaan sehat walafiat,"pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )