MAKKAH - Kepadatan Terminal Syib Amir di Makkah, Arab Saudi, semakin meningkat dan padat menjelang puncak haji.
Ribuan jamaah haji Indonesia memadati Terminal Syib Amir yang terletak 200 meter dari Masjidil Haram untuk menunggu bus sholawat. Mereka biasanya baru saja melakukan sholat fardhu.
“Kondisi terkini sudah terpantau sangat padat. Terlebih pada saat bubaran jam-jam sholat fardhu, khususnya di bubaran sholat maghrib dan isya’, serta subuh itu terpantau padat,” ujar Kepala Seksi Lansia PKP3JH, Agus Pribowo, dikutip, Rabu (5/6/2024).
Selain itu, banyak ditemukan juga jamaah saat melakukan umrah wajib atau sunnah mengalami kram kaki, betis, dan lutut yang menyebabkan nyeri. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada jamaah agar menyimpan tenaga menuju puncak Armuzna.
“Nanti kalau kakinya kram, segala macam nanti pada saat Armuzna malah tidak bisa maksimal untuk berhajinya di Wukuf Arafah,”ujarnya.
“Karena nanti Wukuf Arafah itu berat, tantangan pertama adalah cuacanya panas, kemudian ketersediaan tenda juga tidak terlalu besar, waktu istirahat kurang, sehingga menimbulkan kelelahan,”tandasnya.
Sekadar diketahui, Syib Amir menjadi salah satu terminal yang sangat padat saat musim haji. Ada tiga terminal yang beroperasi membawa jemaah haji dari hotel ke Masjidil Haram atau sebaliknya, yaitu Bab Ali, Jiad, dan Syib Amir. Syib Amir inilah terminal terbesar yang menyediakan transportasi bagi jemaah haji Indonesia.
Pada tahun 2024, Kemenag memfasilitasi jemaah haji dengan 450 bus selawat, 76 halte, dan 22 rute. Bus ini akan beroperasi selama 24 jam dan memiliki lima wilayah pemondokan jemaah haji Indonesia, yaitu di Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Rei Bakhsy.
(Fahmi Firdaus )