Mungkin dengan cita-citanya sejak kecil untuk bisa haji, Allah mempermudah rezekinya. Dengan bantuan sang istri, dalam sehari Lukman mengaku mampu meraup omset Rp400.000 hingga Rp500.000.
Penghasilannya itu ia gunakan untuk kebutuhan keluarga, dan sebagian ia tabung untuk daftar haji. Dari tabungan setahun, ia bisa daftar haji pada akhir 2012.
“Penghasilan saya dari jualan saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebagian saya sisihkan untuk tabungan haji. Akhirnya pada akhir tahun 2012 uang terkumpul dan saya segera daftar haji,” kata Lukman.
Lantaran dananya hanya cukup untuk satu orang, ia pun daftar haji sendiri tanpa sang istri. Ditanya perihal bekal untuk istri dan kelima anaknya, ia mengaku sudah memiliki tabungan yang cukup.
Bagi Lukman, jika ingin berhaji harus memiliki keinginan yang kuat, baik doa dan usaha. Sebagaimana orangtua Lukman yang mengajari doa haji sejak kecil.
“Bapak saya mengajari saya doa haji sejak kecil, walaupun saya dari keluarga sederhana. Setiap sholat saya selalu berdoa agar dimampukan haji,” ucap Lukman.
Menurut Lukman pula, siapa pun bisa haji apabila sudah ada niat dan dipanggil oleh Allah. “Tekad awal saya adalah saya ingin haji. Jangan menunggu kaya, tapi usahakanlah sejak dini,” tuturnya.
(Fakhrizal Fakhri )