TAK terasa sudah masuk tanggal 8 Dzulhijah di Tanah Suci, kami para jamaah haji 2024 mulai bergerak menuju Mina untuk melaksanakan sunah Rasul yaitu Tarwiyah.
Tarwiyah adalah salah satu hari penting dalam rangkaian ibadah haji yang terjadi pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Kata "tarwiyah" berasal dari bahasa Arab yang berarti "berpikir" atau "merenung." Pada hari ini, para jamaah haji biasanya melakukan beberapa aktivitas yang merupakan bagian dari persiapan untuk pelaksanaan wukuf di Arafah, yang merupakan puncak dari ibadah haji.
Pada hari Tarwiyah, para jamaah haji biasanya melakukan hal-hal berikut:
1. Ihram: Jamaah haji yang belum dalam keadaan ihram, memakai pakaian ihram dan berniat untuk melaksanakan haji.
2. Menuju Mina: Setelah niat ihram, jamaah haji berangkat menuju Mina dan bermalam di sana.
3. Menginap di Mina: Di Mina, jamaah haji melakukan shalat lima waktu dan bermalam sebagai persiapan untuk berangkat ke Arafah pada hari berikutnya.
Hari Tarwiyah adalah waktu yang penting untuk mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental, merenungkan niat haji, dan memfokuskan diri pada tujuan ibadah haji, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kegiatan di Mina selama Tarwiyah juga di isi Tauisyah oleh Ustadz Dr. Zainurrofieq Lc, MH dan juga di isi oleh Ustadz Subki Al-Bughury untuk lebih menguatkan persiapan menuju hari H ibadah haji yaitu Wukuf di arafah
Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa wukuf di Arafah adalah salah satu rukun haji yang paling penting dan tidak boleh ditinggalkan.
Berikut adalah salah satu hadits tersebut:
ن عبد الرحمن بن يعمر قال: شهدت رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو واقف بعرفة، وأتاه ناس من أهل نجد، فقالوا: يا رسول الله، كيف الحج؟ فقال: (الحج عرفة، من جاء ليلة جمع قبل صلاة الفجر فقد أدرك حجه)
Artinya: "Dari Abdurrahman bin Ya’mar, ia berkata: Saya pernah menyaksikan Rasulullah SAW di Arafah. Kemudian beberapa orang dari Najd datang kepada beliau dan bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana haji itu?' Beliau menjawab, 'Haji itu adalah (wukuf di) Arafah. Barangsiapa yang datang pada malam Jumu'ah (malam 10 Dzulhijjah) sebelum terbitnya fajar, maka ia telah mendapatkan haji.'"
(HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan An-Nasa'i)
Kondisi tenda dengan kapasitas yang sangat padat tidak menyurutkan semangat para jamaah dalam beribadah, kesempatan ini digunakan untuk saling mengenal satu sama lain dan lebih meningkatkan suasana keakraban sesama jamaah haji.