Suhu di Mina yang mencapai 47 derajat celcius pun harus kita hadapi sebagai bagian dari keikhasan kita dalam menjalani tahapan ibadah haji tahun ini
Pak Haji Samino, salah seorang jamaah dari Pekan Baru Riau mengatakan bahwa suhu terik sudah biasa dia hadapi sebagai petani yang memliki beberapa hektar lahan perkebunan sawit.
Beliau yang berasal dari kota solo dan sudah hampir 30 tahun tinggal di Riau itu terlihat sangat rindu kepada dua cucu nya yang masih kecil, kerinduan itu lebih terasa dibandingkan suhu panas dan kepadatan tenda di Mina saat itu.
Haji Ivan Salah seorang jamaah yang masih cukup muda menceritakan kejadian yang menjadi pengalaman berharga bagi beliau saat didalam tenda mina yang padat dengan suhu yang cukup panas, ketika itu dia menyatakan sempat merasa kehilangan oksigen dan hampir saja membuatnya jatuh pingsan, namun menyadari kondisinya beliau bergegas keluar tenda untuk mencari ruang udara agar tetap dalam kondisi sadar.
Hikmah yang beliau petik dari kejadian itu adalah bahwa dengan sekejap mudah saja bagi Allah untuk menghentikan aliran oksigen kedalam tubuh kita dan membuat kita hilang kesadaran, maka istighfar dan selalu bersyukur adalah kunci bagi kita setiap waktu agar tetap dalam keadaan husnul khotimah.
Bagi beberapa jamaah masa-masa tarwiyah juga digunakan untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada ustadz subki al-bughury dan ustadz Abdul Somad mengenai banyak hal terkait haji dan juga terkait syiar agama Islam di Indonesia.
(Qur'anul Hidayat)