Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Cara Mengoreksi Sholat Kita, Apakah Sudah Benar?

Hantoro , Jurnalis-Minggu, 18 Agustus 2024 |15:24 WIB
Ini Cara Mengoreksi Sholat Kita, Apakah Sudah Benar?
Sholat berjamaah. (Foto: Okezone)
A
A
A

BERIKUT ini dibahas cara mengoreksi sholat kita. Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ustadz Syakir Jamaluddin mengatakan sholat adalah ibadah yang salah satu fungsinya adalah untuk mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan sangat dahsyat pengaruhnya.

"Ibadah pertama yang akan dihisab adalah sholat, jika sholat tersebut baik, maka seluruh amalnya akan baik. Tetapi jika sholatnya tidak baik, maka begitu pula ibadah yang lainnya," ungkap Ustadz Syakir dalam pengajian di Masjid Baiturrahman, Banjarnegara, Jawa Tengah, seperti disitat dari Muhammadiyah.or.id

Info grafis tips jitu khusyuk saat sholat. (Foto: Okezone)

Ia menerangkan, sholat dapat melindungi diri kaum Muslimin dari perbuatan keji sebagaimana dijelaskan dalam Alquran Surat Al Ankabut Ayat 45 yang memiliki makna, "Dan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat mampu mencegah perbuatan keji dan munkar."

Tetapi juga banyak ditemukan perbuatan yang keji dilakukan oleh orang yang menjalankan sholat. Lalu di manakah masalahnya? Yaitu, manusia tidak pernah menghadirkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam sholat yang dikerjakan. Jika manusia menghadirkan Allah Ta'ala dalam setiap sholat maka sholat tersebut akan bermakna besar.

Ustadz Syakir melanjutkan, hadits Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam menyebutkan bahwa ketika umat beribadah seakan-akan melihat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Umat Islam memang tidak melihat Allah Ta'ala, tetapi Allah selalu mengetahui hamba-Nya.

"Terutama sholat adalah media khusus yang diciptakan oleh Allah sebagai syariat bagi umat manusia, sehingga sudah sepantasnya kita mendatangkan Allah pada sholat kita agar sholat lebih bermakna," terangnya. 

Dilansir buku "Kuliah Fiqih Ibadah" bahwa dalam hal ibadah jika masih ada dasar hadisnya maka tidak ada masalah. Menurut Ustadz Syakir, persoalan beda pemahaman itu wajar, tidak perlu diperselisihkan apalagi dipertengkarkan. Hal yang paling penting adalah adanya dalil dari Alquran dan hadis.

Selain menjelaskan tentang sholat, Ustadz Syakir juga menguraikan perbedaan gerakan sholat. Contoh yang dijelaskan yakni ketika sholat berjamaah maka gerakan imam dan makmum adalah sama.

Lalu bagaimana jika imam melakukan qunut? Maka jamaah dapat mengikuti sang imam atau tidak juga tidak mengapa.

Ketika imam menggerak-gerakkan jari pada saat tahiyat apakah makmum wajib mengikuti? Makmum tidak mengikuti tidak mengapa.

Gerakan yang dimaksud tidak boleh berbeda adalah gerakan-gerakan besar. Seperti ketika berdiri maka makmum ikut berdiri bukan melakukan gerakan yang lain.

Wallahu a'lam

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement